• BPBD Tapanuli Selatan Butuh Peta Rawan Bencana

    0

    Sipirok, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara membutuhkan peta rawan bencana karena secara geologis daerah itu berpotensi terjadi bencana.
    Kepala BPBD Tapanuli Selatan Ahmad Ibrahim Lubis di Sipirok, Sabtu mengatakan keterbatasan anggaran merupakan hambatan belum terselesaikannya pembuatan peta bencana.
    “Kebutuhan dana untuk sebuah peta rawan bencana memang tidak tanggung-tanggung bisa mencapai miliaran rupiah. Sementara APBD kita andalkan masih terbatas lagi pula masih pokus prioritas pembangunan lainnyan” katanya.
    Peta rawan bencana memang cukup urgen sebagai panduan untuk mengkaji, menyelenggarakan dan penentuan arah kebijakan serta meningkatkan manajemen terkait bencana di daerah, katanya.
    Meski demikian, lanjut dia, setiap bencana datang BPBD sejak 2010 terus bergerak dan bekerja dengan secara maksimal dan profesional.
    Beberapa daerah yang menurut dia rawan bencana diantaranya, untuk rawan longsor Kecamatan Aek Bilah, rawan banjir dan longsor Batang Angkola, Sayur Matinggi, Tantom Angkola, Arse.
    Sedangkan rawan longsor dan gempa yakni Kecamatan Sipirok, Batangtoru, Marancar, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan dan Angkola Barat dan Muara Batangtoru (pantai barat) potensi tsnunami.
    Kecamatan Angkola Timur rawan banjir, longsor dan kebakaran hutan.
    Pasarana yang dimiliki BPBD dalam menghadapi bencana antara lain perahu karet, mobil tangki air, pembersih air (water trackman), kesiapan relawan, persediaan makan siap saji, tenda tenda, dan lainnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com