• BPBD Belum Pastikan Bantuan Kerusakan Tertimpa Pohon

    0

    Bantul, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum dapat memastikan pemberian bantuan kepada pemilik rumah yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang beberapa hari lalu.
    “Terkait dengan beberapa kerusakan rumah tidak kami sama ratakan, karena kami perlu cek lokasi, apakah ada korban atau kerugian. Dan apakah layak dibantu tidak itu akan diputuskan di forum internal, setelah ada assesment,” kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Jumat.
    Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (30/3) sore mengakibatkan belasan pohon perindang di sejumlah lokasi tumbang karena tidak kuat menahan hempasan angin, dan sebagian di antaranya menimpa empat rumah dan sebuah tempat usaha milik warga.
    Namun demikian, kata dia, bedasarkan laporan dari masyarakat tidak ada korban jiwa maupun luka karena peristiwa alam itu, melainkan kerusakan-kerusakan ringan pada bagian atap rumah, sementara dampak lainnya mengganggu akses jalan karena robohnya pohon menutup bahu jalan.
    Ia mengatakan, jika nanti diputuskan untuk mendapat bantuan bagi pemilik rumah yang rusak karena dampak angin kencang itu, bantuan yang diberikan pemerintah melalui BPBD bukan berupa uang, melainkan bahan bangunan agar dimanfaatkan sebagai mestinya.
    “Bantuan tidak berupa uang, tetapi berwujud bahan bangunan yang tentu masih butuh swadaya dari masyarakat, mereka tetap kita perhatikan, namun masyarakat juga harus memahami kondisi itu (peristiwa) karena kehendak alam,” katanya.
    Bantuan bagi korban angin kencang itu, kata dia, akan menggunakan dana kebencanaan dari pos dana tidak terduga yang ada di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKKAD) setempat, bantuan yang diberikan juga memperhatikan skala prioritas.
    Sementara itu, ia mengatakan, bencana alam termasuk angin kencang merupakan gejala alam yang bisa terjadi setiap saat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kemampuan memahami cuaca yang sedang terjadi dan dampaknya, agar tidak menjadi korban.
    Ia mengatakan, seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini saat pagi cuacanya cerah, tetapi ketika siang berubah menjadi ekrtrim dan turun hujan disertai angin kencang dan petir, menghadapi kondisi ini masyarakat harus faham agar berhenti ketika sedang berkendara.
    “Kalau terkait dangan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, dari sisi petugas siap 24 jam, tapi sekarang yang kami sampaikan ke warga khususnya Bantul, minimal memahami dan waspadai apa yang terjadi di cuaca ekstrem seperti ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com