• BPBD Bantul Inventarisasi Sumber Air Antisipasi Kekeringan

    0

    Bantul, jurnalsumatra.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menginventarisasi sumber-sumber air di wilayah setempat sebagai upaya antisipasi terjadinya kekeringan saat musim kemarau.
    “Persiapan yang dilakukan dalam menghadapi musim kemarau nanti, kami mulai menginventarisir sumber-sumber mata air yang dapat digunakan mengatasi kekeringan saat kemarau,” kata Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul, Kamis.
    Menurut dia, potensi bencana yang mungkin terjadi saat puncak musim kemarau di Bantul di antaranya kekeringan atau warganya mengalami kesulitan air bersih, terutama di wilayah perbukitan yang sudah dipetakan lembaganya menjadi langganan setiap tahun.
    Oleh sebab  itu, kata dia, antisipasi bencana kekeringan sudah mulai dipersiapkan sejak sekarang di saat masih sering turun hujan ini, selain dengan memetakan sumber mata air, upayanya juga melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan.
    “Dengan demikian nanti kita sudah punya kantong-kantong sumber air untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, dan siap untuk memberikan bantuan air,” kata Dwi Daryanto.
    Ia mengatakan, pada tahun anggaran 2015 pemkab sudah membangun sumur sebagai sumber air yang tersebar di delapan titik, di antaranya wilayah Desa Srimartani Piyungan, Desa Dlingo, Desa Seloharjo Pundong dan Desa Bangunjiwo Kasihan.
    “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bantul yang sudah membangun sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas),  sehingga diharapkan bisa dimaksimalkan untuk membantu mengatasi krisis air,” katanya.
    Sementara itu, menurut dia, meski kekeringan merupakan bencana tiap tahun saat musim kemarau, namun tidak menutup kemungkinan wilayah yang terdampak bisa bertambah, karena musim kemarau pada 2016 diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya.
    “Prediksi dari BMKG pada April ini sudah memasuki musim kemarau dan berlansung hingga akhir tahun, sehingga musim kemarau 2016 diprediksi lebih lama dari tahun lalu, tahun lalu sekitar enam sampai tujuh bulan, sementara tahun ini bisa delapan bulan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com