• BNN Maluku Baru Miliki Dua Kantor Cabang

    0

         Ambon, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku saat ini baru membuka dua kantor cabang yakni di Kabupaten Buru Selatan serta Kota Tual.
    “Maluku memiliki sembilan kabupaten dan dua kota dengan kondisi geografis wilayah yang terdiri dari pulau-pulau dan keterbatasan sarana pendukung serta transportasi masih jadi kendalanya,” kata Kepala BNN Maluku Kombes Arief Dimijati, di Ambon, Selasa.
    Banyak pulau-pulau besar dan kecil itu juga membuka peluang bagi para sindikat pengedar narkoba untuk membawanya masuk secara bebas.
    Tetapi untuk upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, semua pihak harus terpadu baik instansi pemerintah, swasta dan masyarakat.
    Menurut Arief, saat ini pihaknya bersama Polda Maluku dan jajaran terkait sedang menjalankan operasi pemberantasan sindikat narkoba dengan sandi ‘Operasi Bersinar 2016’ yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.

         Dalam Operasi Bersinar itu terdiri dari satuan tugas (satgas) kampanye, satgas penindakan, dan satgas rehabilitasi, sehingga BNN bersama instansi terkait bekerja secara simultan dan terpadu dengan satu tujuan untuk memerangi sindikat narkoba.
    “Saya tidak ingat hasil sementaranya secara rinci, namun yang jelas dibandingkan dengan sebelum kegiatan ini banyak sekali hasil dan penangkapan-penangkapan serta barang bukti yang didapatkan,” katanya lagi.
    Perintah Presiden Jokowi dalam operasi ini adalah menghilangkan ego sektoral dan musuhnya satu yaitu sindikat narkoba diberantas.
    “Jadi bagi mereka yang terbukti sebagai pengedar harus diproses hukum, apalagi bandar, tetapi sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan akan direhabilitasi hingga sembuh,” ujar Arief lagi.
    Peredaran narkoba di Maluku yang dijalankan sindikat narkoba masih bersifat sporadis namun hampir menyeluruh di setiap kabupaten di daerah ini.
    Dia juga meminta semua warga memiliki kesadaran untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba, mengingat di Maluku sekarang terdapat 27.900 pengguna narkoba itu.
    Data pengguna narkoba itu diperoleh dari Pusat Penelitian Kesehatan UI bekerjasama dengan BNN dan Universitas Pattimura (Unpati) Ambon yang telah melakukan penelitan.
    Pewawancara berasal dari perguruan tinggi yang menanyakan langsung ke masyarakat dengan menggunakan kuesioner yang berlangsung di Pulau Ambon serta Pulau-pulau Lease.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com