• Bayar Pajak Hindari Calo

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berbenah diri dan mencari mencari sistem pembayaran yang mudah dan efektif bagi masyarakat khususnya di Sumsel. Antrian yang cukup panjang seringkali menjadi alasan wajib pajak di Sumatra Selatan malas membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

    Pada akhir tahun lalu, Dinas Pendapatan Daerah dan Samsat Palembang me-launching pembayaran PKB dengan sistem online. Pembayaran PKB dengan menggunakan proses kios-K Samsat, dengan bekerjasama Bank Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (SumselBabel).

    “WP (wajib pajak) bisa membayar PKB hanya mendatangi teller atau ATM terdekat, dan ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam membayar pajak dan menghidari pencaloan” ucap Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sumsel, Muslim, jum’at(1/4/2016).

    Ia menerangkan, setelah membayar di ATM/teller, WP juga bisa langsung mencetak tanda pembayaran di mesin kios-K Samsat yang berada di samping ATM tersebut. Saat ini baru ada tiga mesin kios-K Samsat yang disediakan oleh Bank SumselBabel, satu mesin pengada’annya Rp100 juta.

    “Penempatannya sementara ini baru di beberapa kantor Bank SumselBabel. Kedepan, akan ada tambahan lima unit lagi yang bakal ditempatkan di tempat-tempat umum,” beber dia.

    Cara pembayarannya, setelah melakukan pembayaran di ATM, pembayar pajak akan mendapat bukti kertas pembayaran (notice) yang berisi kode transaksi. Lalu bukti tersebut dibawa ke kios-K Samsat.

    Didepan mesin kios-K tersebut, pembayar pajak akan menempelkan e-KTP miliknya dan memasukkan STNK. Lalu akan keluar cetak‎an stampel khusus di kertas STNK tersebut.

    “Biasanyakan setiap pembayaran PKB tahunan, akan mendapat stampel dan paraf petugas, dengan sistem online ini, akan keluar stampel khusus, menggantikan paraf polisi,” jelasnya.

    Dengan ‎pelayanan sistem online tersebut, tentunya akan mempercepat pembayaran PKB. Prosesnya hanya sekitar lima menit saja sejak transaksi di ATM hingga validasi STNK. “Ini juga tergantung dengan kecepatan seseorang mengakses aplikasi di ATM,” ungkapnya.

    Diakui Muslim, pihaknya telah memasang banner di lokasi validasi tersebut, sebagai pemberi petunjuk bagi pembayar pajak.

    Untuk proses pembayaran harus menggunakan e-KTP yang sesuai dengan nama yang tertera di STNK. Kenapa harus e-KTP? Ia menerangkan, pihaknya telah menggandeng Kementerian Dalam Negeri dalam hal data-data e-KTP.

    Jadi, lanjut dia, segala sesuatu proses pembayarannya akan menggunakan elektronik. “Jika tidak ada e-KTP maka tidak bisa memprosesnya. Jadi harus miliki e-KTP dulu,” terangnya.

    Muslim mengakui, dengan adanya sistem pembayaran online itu, pihaknya berharap akan meningkatkan jumlah pembayaran PKB yang selama ini cukup banyak tunggakan.

    Ia menerangkan, pembayaran PKB dengan sistem online dan terintegrasi e-KTP di Sumsel baru pertama kalinya. Bahkan baru pertama di Indonesia.

    Sebelum merealisasikan program tersebut, pihaknya sudah melakukan studi banding ke beberapa daerah. Dan karena dinilai berhasil, kini banyak daerah yang belajar ke Sumsel untuk menerapkan sistem serupa di daerahnya masing-masing.

    “Sistem online ini juga bisa mencegah bermain tangannya calo-calo yang selama ini notabene-nya ada di setiap kantor Samsat,” urai Muslim.

    Diakui Muslim, dengan sistem online tersebut, bakal mempermudah WP yang hendak membayar pajak kendaraan tahunan. Tak hanya itu, pada awal Mei ini, pembayaran pajak dengan sistem online tersebut tidak hanya bisa dilakukan Palembang, melainkan di daerah lain di Sumsel. Saat ini pihaknya masih mempersiapkan sistem yang bakal terkoneksi ke jaringan pembayaran pajak kendaraan di 16 kabupaten/kota lain.

    “Kita sedang lakukan migrasi data dari data lama ke data baru. Dengan begini, contohnya warga Lahat bisa membayar PKB di Palembang,” tukasnya.

    Karena terbilang baru diterapkan, saat ini baru ada sekitar 30 WP yang melakukan pembayaran PKB dengan online per harinya. Untuk realisasi PKB hingga 31 Maret 2016, Dispenda mencatat sudah tercapai 23,69 persen. “Target kita Rp775,27 miliar, dan tercapai sudah Rp183,68 miliar,” cetusnya.

    Direktur Utama Bank SumselBabel Muhammad Adil mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan, pihaknya membantu dalam sistem pembayaran PKB di Sumsel.

    Program e-Samsat itu memiliki tujuan ganda, dari segi layanan, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Sumsel dengan menggunakan system realtime online dan dukungan denganlayanan yang cepat. Dipastikan pembayaran tidak lama, dalam hitungan menit pembayaran sudah selesai.

    “Untuk layanan e-Samsat ini sistem teknologi yang ada di semua mesih ATM BSB sudah ditambah dengan menu khusus e-Samsat. Sistemnya sudah terintegrasi secara host to host dengan Dirlantas selaku pengelola Samsat dan Jasa Raharja makanya ketika konsumen melakukan pembayaran seketika bisa dicek secara langsung dari Dirlantas dan Dispenda,” terang dia.

    Bank SumselBabel memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi semua WP untuk melakukan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor yang nantinya akan dapat dilakukan melalui ATM BSB.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, masih banyak daerah terpencil dan berada di jangkauan yang cukup jauh dari pusat kota yang belum melakukan perekaman dan membuat e-KTP. “Kita terus upayakan agar pembuatan e-KTP bisa dipercepat. Apalagi akan banyak kemudahan setelah memiliki e-KTP,” umbar Alex, kemarin.

    Ia mengungkapkan, Pemprov Sumsel terus mempercepat perwujudan program Kementerian Dalam Negeri RI untuk menciptakan single identity. Yakni satu penduduk, satu NIK (nomor induk kependudukan), dan satu e-KTP.

    Pihaknya juga sudah merealisasikan permintaan dari Kemendagri untuk memanfaatkan dan mensinkronkan e-KTP dengan program yang ada di pemerintah daerah.

    “Kita sudah manfaatkan dan sinkronkan e-KTP dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Saat ini di Sumsel bayar pajak bisa gunakan sistem online. Nah, untuk bisa lakukan prosesnya, harus disinkronkan dengan e-KTP. Jadi hanya bisa baca identitas pembayar pajak melalui e-KTP,” jelas Alex.

    Pihaknya sudah merealisasikan itu sejak Desember 2015, dan masyarakat Sumsel sudah mempergunakan e-KTP untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. “Yang biasanya bayar pajak antri di Kantor Samsat sampai antri. Kini tidak lagi, karena bisa bayar lewat ATM,” jelasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com