• Bantuan ke Yaman ditingkatkan saat gencatan senjata

    0

    New York, jurnalsumatra.com – Masyarakat kemanusiaan menyambut baik dimulainya gencatan senjata di Yaman dan akan meningkatkan bantuan ke area-area tempat gencatan senjata dan daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kata juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (11/4).

    Kampanye vaksinasi polio nasional selama tiga hari yang didukung oleh Dana Anak PBB (UNICEF), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, dan menyasar lima juta anak berhasil diluncurkan pada Minggu, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.

    “Mitra-mitra kesehatan bersiap mengerahkan tambahan tim medis dan pasokan, termasuk pasokan untuk lebih dari 160.000 orang di Gubernuran Taizz, Marib dan Al Jawf, kalau gencatan senjata berlangsung,” katanya.

    Ia mengatakan mitra-mitra yang memberikan bantuan sanitasi dan air juga berencana memperbaiki instalasi air di Sa’ada yang rusak akibat serangan udara.

    “PBB menyeru semua pihak menyediakan akses yang aman, tanpa syarat dan berkelanjutan bagi orang-orang yang memerlukan bantuan di seluruh Yaman,” tambah Dujarric sebagaimana diwartakan kantor berita Xinhua.

    Gencatan senjata dimulai Minggu tengah malam dan dijadwalkan berlangsung sampai akhir pembicaraan perdamaian di Kuwait yang dijadwalkan mulai 18 April di antara pihak yang berperang di Yaman, dalam upaya yang ditaja oleh PBB guna mengakhiri hampir satu tahun perang mematikan.

    Penghentian permusuhan pada Minggu di Yaman adalah gencatan senjata keempat sejak koalisi pimpinan Arab Saudi memulai serangan udara pada Maret 2015 guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui masyarakat internasional dan dipimpin oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

    Gencatan senjata terdahulu gagal menghentikan pertempuran sementara perundingan macet, tapi banyak pengulas mengharapkan suasana yang lebih kondusif selama pembicaraan pekan depan di Kuwait.

    Yaman terperosok ke dalam kerusuhan pada September 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi menyerbu Sana’a, ibu kota negera tersebut, dan mengusir Presiden Hadi ke pengasingan.

    Lebih dari 6.000 orang telah tewas dalam pertempuran darat dan serangan udara sejak itu, separuh dari mereka adalah warga sipil.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com