• Bantuan Bumil Meningkat

    0
    ibu-hamil-hiv

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Program Keluarga Harapan (PKH) dan ibu hamil (Bumil). ini sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi dari program perlindungan sosial,pada tahun 2016 akan mendapat bantuan dana sebesar 1,2 juta naik Rp 200 ribu dibanding 2015 yang lalu hanya 1 juta.

    Bantuan Bumil Meningkat

    Dalam hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Apriadi melalui Korwil PKH Provinsi Sumsel I, Arniza Nilawati, kemarin. “Tahun ini bumil menerima PKH Rp 1,2 juta pertahun, ” jelasnya saat ditemui diruang kerja,di Palembang jum’at (8/9/2016)

    Dikatakanya, pada triwulan pertama yang biasanya dicairkan pada Maret namun belum ada perintah bayar, kemungkinan pada waktu dekat akan cair. “Setelah final cloasing dan ada perintah bayar maka akan segera di koodinasikan dengan pos bayar atau kantor pos untuk mengantur jadwal pencairan,” jelasnya.

    Menurut dia, penyaluran dana PKH ini dilakukan empat kali dalam setahun atau per triwulan. Meski begitu, tidak mungkin bumil menerima satu tahun full. Pasalnya, ibu mengandung itu hanya sembilan bulan.

    Pada triwulan pertama 2016, ada 3909 bumil yang menerima PKH dari total penerima PKH 107.739 KSM. Sementara itu, Balita 46.789, Apras 3.275, SD sebanyak 10.7.717, SMP 51.272, SMA sebanyak 26.903. Khusus bumil mengalami peningkatkan dibandingkan sebelumnya yang hanya 3.559 dari total penerima PKH 96.67, sementara balita 46.666, SD 99. 806, SMP 48.615, Balita 22.073. “Setiap per triwulan data penerima PKH selalu berubah dan tidak sama karena selalu ada verifikasi data,”

    Menurutnya, khusus penambahan komponen anak disabilitas yakni mengingat kebutuhan anak disabilitas lebih besar dibandingkan anak normal. Sedangkan untuk lansia sendiri agar tidak menjadi beban pada keluarga. “Harapannya minimal bisa mengurangi beban keluarga,” imbuhnya.

    Dijelaskan, saat ini program PKH dikonsentrasikan Presiden ke wilayah timur itu dikarenakan disana lebih banyak masyarakat miskin. “Untuk Sumsel berita acara total PKH sudah diserahkan sekitar setengah bulan yang lalu,” tukasnya.

    Begitu pun mengenai pembayaran, kata dia, tidak mungkin 100 persen. Hal tersebut sangat imposible  sebab pasti ada saja funisment. Contohnya, anak tidak masuk sekolah dengan alasan tidak jelas. “Ini tidak termasuk saat dia sakit maupun bencana alam,” tukasnya.

    Dijelaskan, verifikasi  menggunakan sistem digital. Jadi,  tugas para pendamping melakukan pemantauan anak dari keluarga yang tidak mau sekolah dan tidak sakit serta bumil yamg tidak melakukan pemeriksaan kandungan.

    Tahun ini masih kata dia, ada perubahan bantuan tetap dan perubahan komponen pelaksanaan yang akan dilakukan pada tahap dua. “PKH itu bantuan bersyarat yang diterima keluarga dengan beberapa komponen yang harus dipenuhi,” tuturnya.

    Komponen tersebut meliputi, ada ibu hamil, nifas, atau punya balita, Punya anak prasekolah, Ada anak SD, SMP, dan atau SMA. “Di 2016 ini komponen berubah, klo dalam rumah tangga ada anak disabilitas di usia sekolah sampai 21 tahun. Satu lagi, lansia di atas umur 70 tahun yang baru update, tp dua ini belum disalurkan baru pengentrian,” tukasnya.

    Selain itu, kata Arniza, tahun ini Pemerintah pusat ada penambahan komponen penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH). Dua komponen tambahan dari tahun sebelumnya Disabilitas dan Lansia.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com