• Bantu Pembudidaya Ikan, BP4K OKI Kembangkan Pakan Mandiri

    0

    f7775000-065e-46de-b6d4-6a8ec02fdba0Kayuagung, jurnalsumatra.com – Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki daerah perairan yang sangat potensi untuk Budidaya Ikan budidaya seperti, Patin, Nila, Lele, Gurame. OKI juga merupakan salah satu kabupaten di penghasil ikan yang cukup besar di Sumatera Selatan sehingga menjadi pemasok konsumsi ikan di Sumsel

    Namun demikian, usaha budidaya ikan air tawar di kabupaten Ogan Komering Ilir  sering terkendala  masalah pakan bahkan para petani budidaya ikan dalam keramba dan sejenisnya mengalami kerugian yang disebabkan harga pakan yang cukup tinggi.

    Mengatasi permasalahan tersebut BP4K Kabupaten Ogan Komering Ilir membuat terobosan melalui pemberian pakan mandiri kepada para pelaku usaha ikan keramba di Kecamatan Jejawi dan Sirah Pulau Padang.

    Kepala BP4K OKI, H. Imlan Khairun menjelaskan Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan mandiri ini sebagian besar sudah berasal dari lokal, seperti dedak, Tepung Jagung dan bahan lainnya yang berasal dari sekitar OKI namun pengolahannya yang dibina serta dibantu mesin pembuatan pakan dari Pusluhdaya KP Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

    “Mekanismenya tetap menggunakan kearifan local, namun formulasi bahan baku pakan ikan itu yang diperbaiki dan mesin-mesin pembuatan pakan ikan diperbaiki” ungkap Imlan.

    Selain itu, menurut Imlan sistem kelembagaan para petani ikan ikut diperbaiki sehingga terbentuklah koperasi para petani budidaya ikan air tawan yang ada di OKI.

    “dengan mekanisme pengolahan pakan yang baik kita yakin mampu meningkatkan keuntungan pembudidaya sehingga ke depan kami akan mendorong para pembudidaya untuk lebih banyak menggunakan pakan mandiri ini ” Kata Imlan.

    Budi daya ikan mandiri yang telah dilakukan di Kecamatan Jejawi dan Sirah Pulau Padang. Menurut Imlan telah berhasil meningkatkan bio massa ikan patin hingga 100 gram/ekor.

    “Di Jejawi kita tebar benih ikan dengan berat rata-rata 300 gram/ekor sebanyak 1000 ekor. Dengan bobot biomassa 300 Kg dari data yang di dapat pertumbuhan ikan rata-rata 100 gram/ekor setelah di lakukan pemeliharaan selama 3 bulan saat sampling di peroleh bobot masa sebanyak 450 kg pakan” ungkap Imlan.

    Dari hasil percontohan ini menurut Imlan diharapkan dapat membantu Petani Pembudidaya Ikan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam mengatasi Permasalahan pakan ikan yang harganya cukup tinggi.(markoni)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com