• Akademisi: Saatnya Antisipasi Calo TKI Melalui “Online”

    0

          Medan, jurnalsumatra.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan saatnya sangat mendukung upaya yang dilakukan dalam mengantispasi praktik calo tenaga kerja Indonesia melalui “online” atau daring.
    “Penipuan yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu, harus segera ditertibkan, sehingga tidak meresahkan tenaga kerja Indonesia (TKI),” ujar Akademisi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Abdul Hakim Siagian,SH, di Medan, Sabtu.
    Selama ini, menurut dia, para TKI yang akan bekerja ke luar negeri dan sering ditipu para calo, dan tidak melalui PJTKI resmi yang diakui pemerintah.

         “Para calo tersebut, menjual para TKI kepada majikan yang berada di luar negeri, dan sering mengalami permasalahan merugikan mereka, tidak mendapat gaji, dirazia aparat keamanan, serta sulit kembali ke tanah air,” ujar Siagian.
    Ia  menjelaskan, perbuatan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan para calo itu harus segera dihapuskan.Hal seperti ini tidak dibenarkan lagi.
    Para TKI yang akan mencari nafkah ke luar negeri, tidak perlu menggunakan jasa calo atau perantara, karena pemerintah telah menyediakan berbagai informasi melalui online.
    Informasi tersebut, misalnya negara yang membutuhkan para TKI, penempatan dan persyaratan yang diperlukan para pencari kerja tersebut.

        “Hal ini, dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan untuk lebih memudahkan informasi atau akses mengenai TKI yang ada di berbagai negara,” ucapnya.
    Siagian menambahkan, pemerintah sangat peduli terhadap TKI yang selama ini sering menderita dan mengalami penyiksaan  di luar negeri.
    Bahkan, tidak sedikit para penghasil devisa bagi negara itu, terlantar di luar negeri dan akhirnya dipulangkan pemerintah ke tanah air.
    “Perhatian pemerintah yang cukup besar terhadap para TKI itu, juga harus dihargai dan tetap mengikuti prosedur yang berlaku,” kata lulusan doktor (S-3) dari USU.

          Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan akan menerapkan sistem daring dalam seluruh proses penempatan TKI untuk memberantas calo TKI yang merugikan para calon TKI.
    “Informasi pasar kerja, termasuk jenis-jenis pekerjaan, persyaratannya, semuanya melalui ‘online’ (daring). Dengan online masyarakat tidak dibohongi lagi,” kata Dirjen Pembinaan dan Penempatan Ketenagakerjaan (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Hery Sudarmanto dalam diskusi dengan tema Strategi Pemerintah Mengurangi Pengangguran di Jakarta, Kamis.

          Hery menambahkan dengan sistem daring maka seluruh masyarakat Indonesia bisa mengetahui secara pasti di negara mana butuh tenaga kerja apa, persyaratannya seperti apa dan sebagainya.
    “Calon TKI tidak akan dibohongi calo lagi, seperti dirayu untuk bekerja di sebuah negara di Eropa. Ketika akan berangkat malah diberangkatkan ke sebuah negara di Timur Tengah. Ini yang terjadi selama ini. Dan kita berusaha memberantas ini dengan sistem online,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com