• Zulinto : Di Palembang Gurunya Pemalas

    0
    Diknas Himbau Sekolah Tidak Kegiatan Di Hotel Berbintang

    Zulinto : Di Palembang Gurunya Pemalas

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Tingkat kedisiplinan guru di Palembang dirasakan masih kurang, beberapa hal yang menyebabkan kurangnya disiplin tersebut dikarenakan guru yang bersangkutan mempunyai sifat malas dan menghambat peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengakui bahwa masih terdapat sekitar 10 persen guru di Palembang yang sering bermalas-malasan.

    “Kami terus berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan guru, sanksi yang diberikan pun akan dipertegas lagi yaitu dengan mencabut sertifikasi guru yang tidak masuk 1 bulan berturut-turut tanpa keterangan, termasuk guru yang masih malas untuk mengajar,” ungkap Kadisdikpora Palembang, Ahmad Zulinto.

    Dijelaskan, penyebab guru tidak mengajar ini sering terjadi karena guru berselisih paham sesama guru atau kepala sekolah. “Ini sering jadi pemicu, sehingga guru malas untuk datang ke sekolah. Padahal, kepala sekolah seharusnya bisa menyelesaikan permalasahan internal guru di sekolah dengan baik,” ujarnya.

    Dikatakan, berdasarkan data yang diperoleh Disdikpora Palembang ada beberapa guru yang sudah beberapa tahun tidak mengajar karena sakit. “Nah, kalau guru tersebut sakit menahun, kami akan berkoordinasi dengan pihak Inspektorat untuk mencari solusinya,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian Disdikpora Palembang, Nasikhun mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Inspektorat akan meningkatkan kedisiplinan guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. “Ya, kepala sekolah harus bisa menyelesaikan masalah sesuai peraturan, jangan sampai membuat tindakan menyimpang,” imbuhnya.

    Ia menambahkan, kasus guru malas yang banyak ditemukan didominasi guru SD, pemicunya karena perselisihan di sekolah. “Kepala sekolah seringkali menyelesaikan permalasahan dengan cara yang tidak benar dan menyebabkan guru jadi malas untuk mengajar,” ungkap Nasikhun.

    Lanjutnya, tidak hanya sanski pencabutan sertifikasi apabila guru terbukti malas, sanksi berat yaitu dengan pemberhentian pun bisa dilakukan. “Kalau dinilai sudah melebihi batas maka guru yang bersangkutan akan diberhentikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com