• Yogyakarta Tunggu Blanko KIA Dari Pusat

    0

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta belum dapat menerbitkan kartu identitas anak karena masih menunggu blanko yang dijanjikan pemerintah pusat.
    “Pencetakan kartu identitas anak (KIA) sangat tergantung ketersediaan blanko. Sampai saat ini, blanko belum datang. Kami masih menunggu blanko dari pusat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta Sisruwadi di Yogyakarta, Senin.
    Menurut dia, Yogyakarta menjadi satu dari 50 kota/kabupaten di Indonesia yang akan memperoleh blanko untuk mencetak kartu identitas anak. Pemerintah pusat berencana membagikan 2,7 juta lembar blanko kepada 50 daerah tersebut.
    Yogyakarta terpilih sebagai kota/kabupaten yang akan melakukan pencetakan KIA karena kepemilikan akta kelahiran di kota tersebut sudah mencapai sekitar 87 persen atau lebih tinggi dibanding target nasional.
    Pencetakan, lanjut dia, dapat dilakukan menggunakan mesin cetak yang selama ini digunakan untuk mencetak kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
    “Mesin cetaknya siap, tinggal menunggu blankonya saja,” kata Sisruwadi yang akan memprioritaskan pencetakan kartu identitas anak kepada anak yang baru lahir dan belum memiliki KIA.
    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, lanjut dia, juga akan melakukan kerja sama ke sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta untuk melakukan pendataan kepada anak yang belum memiliki KIA.
    Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta juga siap menganggarkan dana untuk pengadaan blanko KIA guna mendukung program pemberian kartu identitas kepada anak berusia di bawah 17 tahun itu.
    “Tahun ini juga kami siap melakukan pengadaan blanko. Saat blanko dari pusat datang akan disertai nama-nama rekanan untuk pengadaan blanko,” katanya.
    Sebelum program pemberian KIA berlaku secara nasional, Kota Yogyakarta telah memiliki program yang sama meskipun KIA yang diterbitkan baru berupa kartu seperti KTP lama.
    KIA dari Kota Yogyakarta diberikan pada saat anak berusia 0-5 tahun dan kemudian diganti saat anak berusia 5-17 tahun. Kartu tersebut dapat dimanfaatkan anak untuk mengurus berbagai administrasi, seperti menjadi nasabah di bank.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com