• Warga Gunakan “Web Desa” Informasikan Karlahut Riau

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Warga Desa Bokor Kabupaten Kepulauan Meranti kini menggunakan aplikasi daring berbasis internet atau “web desa” untuk menginformasikan dengan cepat kondisi kebakaran lahan dan hutan di daerah pesisir Provinsi Riau itu.
    “Tujuan web desa ini untuk mengabarkan setiap kejadian dengan cepat. Biasanya orang baru mengetahui terjadi kebakaran lahan di daerah ini setelah kondisi sudah parah dan susah untuk dipadamkan, namun sekarang informasi bisa cepat dan bantuan langsung datang,” kata warga Desa Bokor yang juga salah satu pengelola laman http://bokor.desa.id, Zarnadi, ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa.
    Topografi Kabupaten Meranti di pesisir utara Riau terdiri dari pulau-pulau dan kebakaran kini berada pada dua area yang berbeda, yakni di Desa Bokor di Pulau Rangsang dan Desa Mekar Sari di Pulau Padang.
    Zarnadi mengatakan kebakaran lahan seakan sudah menjadi “langganan” di daerah itu dan sulit dipadamkan karena pengaruh cuaca, kendala infrastruktur, peralatan yang minim dan sumber air sulit dijangkau.
    Bahkan, ia mengatakan warga setempat sampai kini masih sulit untuk berkomunikasi dengan orang di luar daerah itu karena sinyal dari jaringan telepon sangat lemah dan layanan listrik hanya menyala pada malam hari.
    Oleh karena

    itu, teknologi web desa sangat bermanfaat dan menjadi solusi terbaik untuk mengabarkan kondisi Desa Bokor dengan cepat karena ditunjang oleh perangkat canggih yang terhubung langsung ke satelit.
    “Setiap terjadi kebakaran kami langsung memasukannya ke web desa tentang kondisi apa adanya termasuk foto-fotonya. Kebakaran lahan sudah dua hari terjadi membakar kebun karet, sagu dan hutan. Luasnya diperkirakan puluhan hektare,” katanya.
    Menurut dia, Desa Bokor merupakan satu dari empat desa yang dipercaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk program “Desa Broadband” di Riau sejak 2015. Program desa broadband terpadu merupakan program penyediaan akses internet secara komunal, dimana Kemkominfo menyediakan aplikasi yang diperuntukkan bagi masyarakat desa yang dapat diakses dengan alamat domain broadband.desa.id.
    “Kami dapat kepercayaan sebagai daerah uji coba. Kementerian membantu akses internet, perangkat canggih pakai parabola langsung ke satelit, dan aplikasi. Warga juga bergotong-royong membangun tempat dan sekarang ada empat orang yang bergantian mengelolanya,” ujar Zarnadi.
    Ia berharap pemerintah akan terus menyokong program web desa karena memberi manfaat besar tidak hanya mengabarkan saat bencana, melainkan juga untuk mempromosikan potensi Desa Bokor dengan cepat dan luas. “Warga sudah sepakat untuk mengembangkan web Desa Bokor, tapi harapannya pemerintah terus mendukung karena biaya operasionalnya cukup besar,” harap Zarnadi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com