• Warga Dari 10 Negara Ditampung Di Kupang

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Nusa Tenggara Timur mendata saat ini ada sekitar 10 negara  yang warganya menjadi imigran gelap dan terdampar di Kota Kupang.
    “Saking banyaknya mereka, maka kita terpaksa pisah-pisah mereka berdasarkan negaranya masing-masing dalam rangka mencegah terjadinya konflik di antara mereka,” kata Kepala Kanwil Kemenkuham NTT Rochadi Iman Santoso kepada wartawan di Kupang, Jumat.
    Pernyataan ini disampaikannya ketika mengelar acara “coffe morning” bersama sejumlah wartawan di Kupang dalam rangka menjalin keakraban dengan media-media di Ibu Kota Provinsi NTT tersebut.
    Sepuluh negara yang yang disebutkan tersebut antara lain Afganistan, Bangladesh, Sri Langka dan Myanmar serta sejumlah negara di Asia yang sedang berkonflik.
    Ia mengatakan sampai saat ini kurang lebih ada sekitar 481 imigran gelap yang berada di Kota Kupang. Tempat tinggal mereka di pisah, agar tidak terjadi konflik antarpara imigran tersebut.
    Kanwil Kemenkuham NTT sendiri saat ini telah menempatkan sejumlah imigran gelap yang selama ini terdampar di Kupang itu tidak hanya di Rumah Detensi Imigran (Rudenim), tetapi juga menempatkan di dua hotel di Kupang.
    “Kita sengaja pisah-pisahkan mereka. Setiap imigran mempunyai kultur dan budaya sendiri, sehingga kalau di satukan kemungkinan konflik antarmereka bisa saja terjadi,” tuturnya.
    Selain itu, dengan adanya perpindahan imigran gelap ke sejumlah hotel maka pengawasan imigran itu juga semakin ditingkatkan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika berinteraksi dengan masyarakat Kupang yang memiliki kultur dan budaya yang berbeda.
    Ia mengaku sejauh ini pihaknya sudah pernah mengusulkan perpanjangan dan perluasan Rudenim di Kupang, namun sampai saat ini belum ada respon. Justru Rudenim Kupang sering mendapatkan kiriman imigran lain yang ditampung di Rudenim daerah lain.
    “Kita justru sering mendapat kiriman imigran gelap dari provinsi lain di luar NTT. Oleh karena itu perlu dilakukannya perpanjangan dan perluasan Rudenim yang kita miliki saat ini yang kapasitas penampungannya hanya mencapai 200 imigran,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com