• Wali Kota: Palu Jadi Kota Jasa Berbudaya

    0

        Palu, jurnalsumatra.com – Wali Kota Palu, Hidayat bertekad menjadikan kota ini sebagai kota jasa tetapi yang dilandasi budaya dan beradab.
    Hal itu ditegaskan Wali Kota Hidayat pada peresmian penggunaan sarana ibadah Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) Alfa Omega di Jalan Towua, Kecamatan Palu Selatan, Rabu.
    Ia mengatakan bahwa sesuai dengan visi-misi bersama wakil wali kota Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu, pasangan ini akan menjadikan Kota Palu sebagai kota jasa.
    “Ini sesuai visi-misi kami. Sekali lagi kota jasa yang dilandasi budaya dan beradab,” katanya.
    Menurut dia, sebagus apapun program dibuat tanpa didukung oleh semua eleman masyarakat, termasuk para tokoh dan pimpinan organisasi gereja, maka akan sangat sulit untuk mewujudkan visi-misi itu.
    Gereja, kata Hidayat, juga diharapkan aktif mendukung program-program pemerintah, salah satunya adalah menjadikan Kota Palu yang kini berpenduduk sekitar 400 jiwa menjadi “Kota Jasa berbudaya dan beradab,”katanya.
    “Saya mengajak semua masyarakat Kota Palu untuk bersama membangun daerah ini lebih baik ke depan,” ajak Hidayat, Wali Kota Palu yang baru terpilih pada pilkada 9 Desember 2015.
    Ia mengatakan gereja merupkan tempat beribadah dan mendidik jemaat menjadi cerdas. Bukan hanya cerdas, tetapi memiliki ahlak yang mulia.
    Hidayat mengaku banyak warga kota, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang sedang resah, takut kena busur, jambret dan aksi begal.
    Ini persoalan-persoalan yang berhubungan dengan ahlak. Karena itu, gereja yang juga merupakan salah satu lembaga pembentuk ahlak mulia itu harus lebih proaktif dalam membina umat.
    Tetapi faktor utama adalah pendidikan. Secara umum pendidikan agama yang ada di sekolah-sekolah hanya dua jam dalam satu minggu.
    Di sekolah pendidikan agama hanya lebih banyak teori-teori untuk kecerdasan. Tetapi ahlaknya betul-betul runtuh.
    Karena itu, Pemkot Palu telah mengistruksikan kepada SKPD yang terkait dengan ahlak ini supaya mulai menerapkan pendidikan akhlak  di tingkat SD.
    “Di tingkat SD, pagi dan siang silahkan anak-anak menerima pelajaran teori tentang keduniawian. Tapi pada sore hari anak-anak harus menerima pelajaran menyangkut akhirat,” ujarnya.
    Sementara Gembala Sidang GPSdI Alaf Omega Palu Pdt Novinttowe Djaniba menyatakan bersyukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut dan memberikan apresiasi kepada Wali Kota Palu, Hidayat yang meresmikan penggunaan gedung gereja yang dibangun sejak 2012 itu.
    GPSdI merupakan gereja pertama yang diresmikan Wali Kota Palu, Hidayat setelah dilantik sebagai wali kota pada 17 Februari 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com