• Wako: Anggota Satpol-PP Harus Mahir Bela Diri

    0

         Pariaman, Sumbar, jurnalsumatra.com – Wali Kota (Wako) Pariaman, Sumatera Barat, Mukhlis Rahman, menyebutkan setiap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki kemahiran dalam ilmu bela diri karena dibutuhkan dalam menjalankan tugas.
    “Tujuannya agar personil Satpol PP siap dan tangguh dalam menjalankan tugas sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), dan memiliki mental yang kuat, fisik yang sehat serta mampu berinteraksi dengan masyarakat melalui pendekatan persuasif,” katanya saat menghadiri seleksi ilmu bela diri calon tenaga kontrak Satpol PP setempat di Pariaman, Senin.
    Ia meneruskan, selain memiliki ilmu bela diri, para personil Satpol PP juga harus memiliki keperibadian yang baik dan santun kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar dalam menjalankan tugas tidak terjadi benturan dengan masyarakat.

         “Tidak semua masyarakat bisa memahami tugas pokok dari personil Satpol PP, maka dari itu pemerintah lah yang harus bisa memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat agar tidak terjadi gesekan,” jelasnya.
    Dalam tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Satpol PP sudah jelas diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010, yakni melakukan tindakan penertiban non yustisial atas pelanggaran Perda atau Peraturan Kepala Daerah dengan tetap menjunjung tinggi norma hukum, agama, hak asasi manusia (HAM) serta norma sosial lainnya yang berkembang di dalam masyarakat.
    Sementara itu, Kepala Satpol PP setempat, Handrizal Fitri menyebutkan seleksi ilmu bela diri bagi calon anggota Satpol PP tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu 27 hingga 28 Maret 2016 di Pendopo Walikota setempat.

         “Sebelumnya mereka telah kita seleksi secara administrasi, bagi yang telah lolos tahap awal maka langsung diseleksi ilmu bela dirinya,” ujarnya.
    Adapun formasi tenaga kontrak Satpol PP Kota Pariaman yang akan diterima sebanyak 60 orang, yang terdiri dari 50 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
    Terpisah Ajo Izul (32) salah seorang warga di kota itu mengaku dengan adanya pembekalan ilmu bela diri yang ditanamkan kepada personil Satpol PP hendaknya berjalan sesuai aturan yang ditetapkan.
    Ia menilai saat ini masih ada oknum Satpol PP dalam menjalankan tugas dengan menggunakan tindakan non persuasif serta dapat menimbulkan rasa kurang senang dari masyarakat sendiri.
    “Memang tidak semua yang seperti itu, dan kami harapkan di Pariaman tidak pernah terjadi, namun kami berharap Kepala Daerah tetap mengontrol para anggota Satpol di lapangan jika terjadi operasi penertiban,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com