• Wakil Wali Kota Arahkan Penertiban Kafe Persuasif

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisakan mengarahkan tim penertiban kafe dan minuman keras tradisional untuk melaksanakan langkah persuasif sebelum penertiban dilaksanakan.
    “Sebelum tim mengambil tindakan penertiban, saya meminta lurah untuk melakukan pendekatan secara persuasif terhadap para pemilik kafe dan pedagang minuman keras tradisional,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa.
    Pernyataan itu dikemukakannya usai memimpin rapat koordinasi persiapan penertiban kafe dan pedagang minuman keras tradisional bersama 50 lurah se-Kota Mataram.
    Wakil wali kota mengatakan, kegiatan penertiban kafe dan pedagang minuman keras tradisional ditargetkan harus tuntas dalam bulan April 2016.
    Menurutnya, saat ini terdapat 14 titik kafe yang terindikasi melakukan penyimpangan, dan keberadaan kafe tersebut sudah cukup meresahkan karena ada yang berada di dalam kampung, menyediakan minuman keras serta kegiatan-kegiatan lain yang tidak baik.
    “Karena itulah hal ini jadi atensi kita untuk segera ditertibkan,” katanya.
    Ditambahkan Asisten I Bidang Tata Praja Setda Kota Mataram Lalu Indra Bangsawan usai mendampigi wakil wali kota, kegiatan penertiban yang akan dilakukan tim pemerintah kota terhadap kafe dan pedagang minuman keras tradisional bukan untuk mematikan usaha mereka.
    “Ini upaya kita melakukan pembinaan kepada mereka agar bisa menaati aturan yang ada,” katanya.
    Dikatakannya, kegiatan penertiban dilakukan karena banyaknya laporan dari masyarakat yang menyatakan keberadaan kafe-kafe tersebut sudah mengganggu ketenteraman masyarakat karena mereka juga menyediakan minuman keras tradisional.
    Begitu juga untuk pedagang minuman keras tradisional, mereka masih boleh berjualan asalkan tidak mencolok.
    “Silakah berjualan tetapi tidak mencolok dan tidak boleh menyediakan lapak,” katanya.
    Menurutnya, jika pedagang minuman keras tradisional menyediakan lapak, dikhawatirkan para konsumen akan minum di lokasi dan hal ini rentan terjadi perkelahian.
    “Karena itulah, kita mengizinkan masyarakat menjual minuman keras tradisional di rumahnya dengan kondisi tertutup dan tidak menyediakan lapak,” katanya.
    Ia mengatakan, berdasarkan data yang ada, pedagang minuman keras tradisional yang saat ini menjajakan minuan keras secara mencolok tercatat pada 10 dari 50 kelurahan yang ada.
    Sepuluh kelurahan itu antara lain Kelurahan Karang Jangkong, Pagutan, Batu Dawe, Cakranegara Timur dan Cakranegara Barat.
    “Sebelum kita menertibkan, kami akan mengirim surat teguran melalui kelurahan sebagai bagian upaya persuasif,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com