• Ujian Nasional Barut Akan Diikuti 1.516 Siswa

    0

    Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Ujian nasional tahun ajaran 2015/2016 tingkat SMA, SMK dan MA di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang akan berlangsung pada 4-6 April 2016 diikuti 1.516 orang siswa di daerah tersebut.
    “Semua peserta berasal di 23 sekolah negeri dan swasta disembilan kecamatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Elpi Epanop di Muara Teweh, Selasa.
    Ribuan siswa itu berasal dari SMA sebanyak 831 siswa, SMK 483 siswa, dan Madrasyah Aliyah 201 orang serta SMA Luar Biasa satu orang.
    Sekolah yang menggelar UN sebanyak 16 di antaranya  SMAN 1, SMAN 2, SMKN 1, SMKN 2 dan MAN, SMA Tumpung Laung di Kecamatan Montallat, SMA Kandui Kecamatan Gunung Timang, SMA Lahei Kecamatan Lahei, SMA  Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Purei dengan tujuh sekolah yang menggabung.
    “Penyelenggaran UN dilakukan serentak, namun tahun ini Barito Utara baru dua sekolah bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau computer based test (CBT) yaitu SMAN 1 Muara Teweh dan SMKN 1 Muara Teweh,” katanya.
    Sedangkan sekolah lainnya masih menggunakan UN berbasis kertas atau paper based test (PBT), tambah Elpi didampingi Kabid Pendidikan Menengah Eko Gunawan.
    Formulasi tingkat kelulusan UN  2015 penilaian kelulusan siswa  adalah dengan nilai bobot perbandingan antara nilai UN dengan nilai ujian sekolah 50:50.Dan inilah bagian dari penentu kelulusan ujian akhir tahun 2016 oleh pemerintah.
    Dia mengatakan, pelaksanaan UN tahun ini bukan lagi penentu kelulusan, kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidik, UN dapat ditempuh beberapa kali untuk perbaikan dan penyesuaian terhadap standar.
    “Kelulusan siswa akan ditentukan satuan pendidikan melalui rapat dewan guru, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai atau berkelakuan baik selama menjalani pendidikan, serta lulus ujian sekolah, madrasah, pendidikan keahlian,” jelas dia.
    Dia mengatakan, pengawasan UN dalam kota dilakukan secara silang oleh sejumlah sekolah, sedangkan di kecamatan pengawasnya ditunjuk oleh camat setempat.
    “Kita mengharapkan hasil UN tahun 2016 lulus 100 persen. Tingkat kegagalan atau keberhasilan merupakan tanggung jawab bersama baik sekolah maupun dinas,” ujar Elpi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com