• Tahanan Rutan Situbondo Buat Miniatur Dari Bahan Bekas

    0

         Situbondo, jurnalsumatra.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendidik warga binaannya dengan keterampilan tangan, antara lain membuat miniatur benda dari bahan bekas.
    “Kegiatan keterampilan membuat miniatur dan asesoris di dalam rutan dilakukan agar mereka tidak jenuh menjalani masa tahanannya. Selain itu mereka juga bisa mendapatkan penghasilan meskipun sedikit selama menjadi warga binaan,” ujar Kepala Rumah Tahanan Eka Priyatna melalui Humas Rutan Kelas II-B Situbondo Andri Setiawan di Situbondo, Sabtu.
    Ia mengemukakan, miniatur, seperti perahu dan vas bunga serta miniatur mobil-mobilan itu semuanya terbuat dari barang bekas, yakni pelepah pohon pisang yang dikeringkan, bungkus rokok serta dari plastik bekas dan lainnya.
    Menurut dia, dari 154 narapidana di rutan itu, ada sekitar 20 orang warga binaan pria dan wanita yang menekuni kerajinan membuat miniatur dan assesoris.
    Semenara untuk tahanan lainya memiliki kegiatan keterampilan tersendiri, yakni praktik bengkel las dan praktik membuat paving bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Situbondo.
    “Khusus warga binaan yang membuat miniatur kita bina sendiri di dalam rutan, dan setiap pembuatan miniatur perahu maupun vas bunga tentunya jika sudah terjual mereka mendapatkan upah 15 hingga 25 persen per buah hasil karya mereka,” kata Andri Setiawan.
    Hasil karya warga binaan, kata dia, awalnya dijual kepada para pengunjung rutan, namun saat ini sudah banyak warga Kabupaten Situbondo yang berminat membelinya. Bahkan setiap kali ada pameran produk unggulan Kabupaten Situbondo, karya mereka juga diikutsertakan.
    “Miniatur karya warga binaan kami sudah dua kali menjuarai pameran produk unggulan Situbondo, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Pada 2014 juara satu dan pada 2015 juara dua,” katanya.
    Untuk harga setiap miniatur dari bahan bekas itu, lanjut dia, mulai dari harga termurah Rp15.000 hingga Rp200.000 per buah, atau tergantung dari besar kecil bentuk dan tingkat kesulitan dalam membuatnya.
    Andri Setiawan yang juga Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Situbondo menambahkan seluruh bahan dasar atau modal pembuatan miniatur sudah disediakan oleh Rutan, dan warga binaan yang memiliki ketekunan membuat miniatur tinggal mengerjakan sesuai ide kreatif dan kemapuan masing-masing.
    “Kami sediakan semuanya yang sudah menjadi kebutuhan mereka untuk membuat miniatur. Alhamdulilah mereka juga terhibur dengan adanya keterampilan membuat miniatur ini. Selain bisa mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat mengisi waktu dalam masa tahanannya,” paparnya.
    Sementara itu, Koko, salah satu tahanan kasus narkoba mengaku merasa terhibur dengan adanya keterampilan membuat miniatur di dalam rutan, karena ia bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif yang memiliki nilai seni.
    “Saya sangat terhibur ada aktivitas seperti ini, daripada berdiam diri. Dengan begini, selain saya mendapatkan ilmu membuat miniatur saya juga dapat penghasilan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com