• Surat Pemberhentian Noviardi Belum diterima Gubernur

    0
    Gubernur Sumsel Alex Noerdin Menghadiri Tahun Baru Imlek

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin Menghadiri Tahun Baru Imlek

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengaku telah menandatangani surat pemberhentian terhadap Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi. Dia diberhentikan lantaran tertangkap tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena diduga menggunakan narkoba beberapa waktu lalu.

    Dari hasil tes yang dilakukan BNN, Nofiadi terbukti positif memakai narkoba. Tjahjo mengaku telah menandatangani surat pemberhentian Noviadi, sebelum dia melakukan perjalanan dinas ke Nusa Tenggara Barat dan Bali.

    Sementara menurut Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengaku belum menerima surat keputusan pemberhentian Bupati Ogan Ilir AW Noviadi Mawardi terkait kasus narkoba.

    “Kami belum menerima surat keputusan pemecatan tersebut,” kata Alex Noerdin ketika ditanya tentang pernyataan Menteri Dalam Negeri terkait telah ditandatangani keputusan pemberhentian Bupati Ogan Ilir (OI) tersebut, di Palembang, Jumat (18/3/2016).

    Memang, lanjut Gubernur, dia sudah membaca di media massa tentang pernyataan Mendagri tersebut. Namun, secara resmi pihaknya belum menerima surat keputusan pembehentian tersebut. “Jadi bila surat keputusan itu sudah diterima pihaknya akan memproses lebih lanjut, “lanjutnya.

    Saat ditanya tentang posisi Bupati Ogan Ilir tersebut sebagai kader Partai Golkar, Alex yang juga Ketua Partai Golkar Sumsel itu tidak mau berkomentar lebih jauh masalah tersebut.

    Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan pihaknya telah menandatangani permberhentian Bupati Ogan Ilir tersebut. Pemberhentian tersebut karena bupati yang baru dilantik pada 17 Februari 2016 tersebut terlibat kasus penggunaan narkoba.

    Bupati OI diduga menggunakan narkoba, setelah pihak BNN Pusat melakukan penggerebekan di kediaman AW Nofiadi, di Palembang, Minggu (13/3/2016) malam.

    Paman Noviardi yang juga walikota Prabumulih Ridho Yahya sebelumnya sudah meminta maaf atas nama keluarga, atas kejadian memalukan tersebut dan minta masyarakat memaklumi. Karena kurangnya pengawasan keluarga atas prilaku Noviardi yang tidak bisa jadi panutan.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com