• SMP Batangkapas Pesisir Selatan Siap Menuju Adiwiyata

    0

         Painan, jurnalsumatra.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri-1 Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyiapkan diri untuk masuk kategori lembaga pendidikan berbasis program Adiwiyata.
    Kepala SMP Negeri-1 Batangkapas Dongrizal di Painan, Senin mengatakan tatanan sekolah berbudaya lingkungan hijau tentu dapat memberikan ruang positif  terhadap kemajuan pendidikan yang peduli dalam wawasan lingkungan.
    Salah satu tujuan dari program adiwiyata adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
    żBeberapa waktu lalu Badan Lingkungan Hidup kabupaten setempat juga telah mengunjungi sekolah ini. Mereka datang dalam rangka meninjau persiapan sekolah ini untuk masuk ketegori lembaga pendidikan berbasis program adiwiyata, ” katanya.
    Menurutnya, luasnya areal (pekarangan) yang dimiliki sekolah itu, hendaknya menjadi salah satu pertimbangan bagi Badan Lingkungan Hidup kabupaten untuk mengusulkan sekolah itu maju untuk penilaian kategori tersebut.
    Tidak saja itu SMP Negeri 1 Batangkapas sejak jauh hari sebelumnya juga telah menghiasi pekarangan sekolah dengan menanam berbagai jenis tanaman, mulai jenis bunga hingga kayu kayuan yang dapat menjadi pohon pelindung di lingkungan sekolah.
    Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengatakan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan pihak sekolah untuk menuju kategori lembaga pendidikan berbasis program adiwiyata tersebut hendaknya tidak hanya diterapkan oleh SMP Negeri 1 Painan, tetapi juga sekolah-sekolah lainnya di kabupaten itu.
    Menurutnya program tersebut sangat baik dan ia sangat mendukung karena pengembangan kebijakan pekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
    Sekolah yang medapatkan Adiwiyata harus memenuhi empat kriteria yakni dalam menentukan kebijakan harus berwawasan lingkungan dengan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS), pelaksanaan kurikulum harus berbasis lingkungan.
    Kemudian semua kegiatan lingkungan sekolah harus berbasis partisipatif atau melibatkan masyarakat setempat, serta pengelolaan sarana pendukung harus ramah lingkungan seperti penggunaan air dan listrik.
    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan itu maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com