• Siswa SMAN Sungai Rotan Tewas Dianiaya Teman Sekolah

    0

    Sungai Rotan, jurnalsumatra.com – Malang dialami  Marlin ( 16) siswa kelas 10  SMAN.1.Sungai Rotan  Kecamatan Sungai Rotan  Kabupaten Muaraenim  mengalami perdarahan di otak gara gara  dipukul oleh teman sekolahnya  nama inisial  An  ( 17)  siswa kelas dua  pakai kayu ke leher korban membuat Marlin  tersungkur ketanah  dari motornya. Korban bersama Ek  saat akan pulang ke rumahnya di desa Sukamerindu Kecamatan Sungai Rotan sekira pukul 11.00 Wib  Jumat ( 11/3)  lalu.

    Kronologis kejadian menurut para saksi di TKP,  saat itu Marlin membonceng Ek ( inisial)  pakai motor,  ditengan perjalanan,  di jalan umum  desa Danau Baru Kecamatan Sungai Rotan  dicegat An dan kawannya Win. Melihat glagat tak baik Ek melompat dari motor lari masuk hutan sementara Marlin tak berkutik karena mengendarai motor,  duduk  diatas motor. Diduga karena An sudah emosi langsung menyerang Markin menggunakan kayu  hingga patah tulang bahu dan  terjerebab ke tanah,  terjatuh dari motor. Tak lama setelah kejadian  korban dilarikan ke RSUD Prabumulih oleh  keluarga untuk mendapatkan pertolongan medis dan visum,  karena keluarga korban  menduga tidak bakal membahayakan jiwa maka  sore hari itu juga oleh keluarganya  dibawa kerumahnya di desa Sukamerindu. Sehari kemudian , Sabtu lalu  melihat kondisi korban kian memburuk  Marlin dievakuasi ke RSAR Bunda Prabumulih Karena luka cukup serius serta  perdarahan diotak akhirnya korban mininggal dunia.

    ” Menurut para saksi di TKP Win  kawan An  ada indikasi turut serta menganiaya dan menghadang . Hal ini dilakukan Win  sebagai rasa solidaritas  dangan .  Win saat kejadian  memegang kayu oleh karenanya Win kami  periksa sebagai tersangka,” kata Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Sungai Rotan Iptu Tumidi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Bripka Heri kepada jurnalsumatra.com Kamis (17/3).

    Dijelaskan Heri, pihaknya sudah mengetahui tempat persembunyian TSK di Kabupaten Ogan Komering Oki ( OKI) ditempat orang tua tersangka bekerja. Namun begitu digrebek baru baru ini TSK diperkirakan telah sembumyi. Heri menyarankan kepada keluarga An  untuk  menyerahkan TSK, saran Kanit Reskrim

    Kepala desa Danau Baru, Zul Imron saat dikonfirmasi di Mapolsek Sungai Rotan Kamis membenarkan ada penganiaan antara sesama siswa SMAN satu Sungai Rotan diduga dendam dan diakuinya kalau peristiwa tersebut tak melibatkan orang tua atau masyarakat. Sebab menurutnya kejadian tersebut soal pribadi, tidak ada kaitan dengan warga lagi, Lanjut kades dalam peristiwa penganiayaan terjadi dua kelompok, katanya.

    Ditempat terpisah Kepala Sekolah SMAN satu Sungai Rotan , Imansyah,S.Pd ketika dimintai keterangan menjelaskan kalau secara detail sebab akibat terjadinya penganiayaan dia belum mengetahuinya karena saat kejadian diluar sekolah. Bahkan dia tahu telah terjadi penganiayan dari pihak Polisi. Lanjutnya memang pristiwa ini sangat disesalkannya, untuk mengantisifasi terjadi kejadian serupa para guru pembimbing sudah memberikan himbauan dan teguran  kepada seluruh pelajar agar tidak main hakim sendiri dan anarkis.

    Disinggung sangsi yang akan dijatuhkan kepada An dan Win Menurut Imansyah karena sudah di tangani pihak berwajib maka pihakny akan menunggu proses hukum terlebih dahulu atau  keputusan Pengadilan ” Kita masih menunggu karena TSK, An masih menghilang. Sementara Win tadi kami suruh mengikuti ujian sekolah walau dia dalam pemeriksaan polisi di Mapolsek Sungai Rotan,” beber dia ( Dahari)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com