• Serapan Beras Sumsel Oleh Bulog Minim

    0

    berasPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Penyerapan beras dan gabah di wilayah Perum Bulog Divre Sumatera Selatan masih sangat minim. Ditargetkan tahun ini harus mampu mencapai 150.500 ton beras. Namun hingga 16 Maret 2016, penyerapan beras dan gabah baru sekitar 1.000 ton.

    Perum Bulog Divre Sumsel Miftahul Adha mengungkapkan, penyerapan yang masih cukup rendah itu karena memang di Sumsel belum masuk masa panen beras. Baik di Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, Banyuasin, Palembang dan lainnya.

    “Yang baru bisa diserap yakni beras yang berasal dari Banyuasin, Ogan Ilir dan OKU Timur. Daerah yang lain masih menunggu masa panen,” ucapnya, kemarin.

    Meski masih jauh dari target yang ada, kata dia, namun pihaknya masih optimis bisa menyerap beras sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Bahkan, pihaknya meyakini dapat menambah jumlah penyerapan beras dari target yang ada di tahun ini.

    “Kita rencanakan tambah sekitar 25-50 persen dari target yang ada,” cetusnya. Miftah mengakui, saat ini yang masih menjadi fokus Bulog yakni pada pencapaian realisasi target yang ada.

    Sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo terkait Bulog harus secepatnya menyerap dan membeli beras dan gabah dari petani, Miftah menjelaskan, pihaknya siap menindaklanjuti intruksi tersebut. Karenanya, pihaknya menyiapkan dana Rp1 miliar untuk penyerapan selama 2016.

    “Baik beras, gabah kering panen, dan gabah kering giling. Jika nanti ada tambahan serapan, maka kita bisa ajukan ke Bulog pusat. Saat ini untuk HPP beras di hargai Rp7.300 per kg, GKP 3.700 per kg, dan GKG Rp4.650 per kg,” terangnya

    Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Biro Perekonomian Setda Sumsel M Syafei mengatakan, dengan adanya sinergitas antara BUMN dan KTNA diharapkan akan dapat membantu terciptanya kedaulatan pangan seperti yang ditargetkan.

    “Sumsel kaya akan potensi SDA (sumber daya alam), lahan kita luas, lahan untuk pertanian juga cukup banyak yang digarap. Tapi untuk itu, perlu adanya sinergitas dari semua pihak untuk memaksimalkan hasilnya,” terang dia.

    Sementara itu, Ketua KTNA Sumsel M Basyir menuturkan, pihaknya bertugas sebagai monitoring. Agar hasil pertanian untuk beras lebih maksimal, pihaknya berharap bantuan dari pemda bisa menjangkau semua daerah yang ada di Sumsel.

    Seperti halnya daerah pertanian yang ada di Banyuasin, karena lahannya tergantung dari kondisi pasang surut yang terjadi. “Banyuasin beda kondisi lahannya dengan OKU Timur yang sangat bagus dalam hal pengairan. Kendala lain yang dihadapi petani biasanya adalah keterlambatan datangnya pupuk,” tandasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com