• Sejak Banjir Air Pdam Padang Belum Mengalir

    0

    Padang jurnalsumatra.com- Sejak banjir Selasa (22/3) air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat, belum mengaliri jaringan distribusi ke rumah sejumlah warga di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.
    “Sejak banjir hingga saat ini air PDAM di rumah saya dan beberapa rumah tetangga lain, belum hidup,” kata Khairul Ismar (35), warga RW 10 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, di Padang, Sabtu.
    Ia mengatakan air bersih dibutuhkan oleh keluarganya pasca-banjir tersebut, selain untuk kebutuhan memasak dan minum.
    “Air sangat dibutuhkan, selain memasak dan minum, yang tak kalah penting untuk mencuci pakaian dan kain yang sempat digenangi air,” jelasnya.
    Khairul berharap, agar pemerintah ataupun pihak PDAM melakukan pemeriksaan terhadap saluran air di rumahnya, sehingga air dapat mengalir kembali.
    Hal tersebut karena ia menilai telah terjadi gangguan atau penyumbatan pada jalur pipa di rumahnya.
    “Di rumah warga lain yang sejalur dengan saya, sudah dicek, ternyata airnya telah hidup sejak Jumat pagi,” jelasnya.
    Harapan yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya Erisma (53).
    “Air PDAM juga belum mengalir, sementara air dari sumur rumah sampai saat ini belum bersih. Semoga cepat diperiksa,” katanya.
    Di tempat terpisah, Ketua Rukun Warga (RW) 10 M Tashar, mengatakan dirinya akan menindaklanjuti permintaan masyarakat tersebut.
    “Selanjutnya saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan lurah dalam mencarikan solusi,” katanya.
    Sebelumnya, RW 10 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam adalah salah satu kelurahan yang digenangi air cukup tinggi.
    Berdasarkan keterangan M Tashar, puncak ketinggian air terjadi pada Selasa, sekitar pukul 03.00 WIB. Dimana banjir mencapai ketinggian tiga meter.
    Ia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya terdapat sebanyak 118 Kepala Keluarga (KK), yang terdampak banjir.
    Pada bagian lain, selain belum mengalirnya air PDAM, alat elektronik berupa genset milik Khairul Ismar, juga rusak karena terendam air.
    Sementara Erisma mengalami kerugian karena beras sebanyak 50 Kilogram di kedai miliknya, juga terendam banjir.
    “Beras yang sudah terendam itu sudah tidak bisa dipakai dan dijual. Mau bagaimana lagi, ini musibah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com