• Ribuan Botol Minuman Keras Dimusnahkan Di Purbalingga

    0

         Purbalingga, jurnalsumatra.com – Sebanyak 3.054 botol minuman keras dari berbagai merek dan 671 liter ciu hasil operasi penyakit masyarakat yang laksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga dimusnahkan di Jalan Utara Alun-alun Purbalingga, Jawa Tengah.
    Pemusnahan minuman keras tersebut dipimpin Bupati Purbalingga Tasdi dengan menggunakan alat berat serta disaksikan Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-66 Satpol PP, HUT Ke-54 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan HUT Ke-97 Pemadam Kebakaran (Damkar) di Alun-alun Purbalingga, Senin.
    Kepala Satpol PP Purbalingga Suroto mengatakan bahwa ribuan botol minuman keras dan ratusan liter ciu yang dimusnahkan merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan Satpol PP sejak akhir Desember 2015 hingga Maret 2016.

         “Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Pemkab Purbalingga dalam memberantas penyakit masyarakat dan narkoba sesuai program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” katanya.
    Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga sebagai implementasi dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2000 tentang Larangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.
    Sementara saat memberikan sambutan, Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan bahwa personel Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar harus memiliki integritas tinggi serta siap mengabdi pada masyarakat.
    “Saya ingin ada perubahan-perubahan di tubuh lembaga pemerintahan daerah termasuk Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar untuk mendukung program Presiden Jokowi soal Revolusi Mental,” katanya.
    Menurut dia, dalam melaksanakan revolusi mental harus punya integritas dan etos kerja.

         Selain itu, kata dia, seluruh personel Satpol PP juga harus memahami peraturan yang berlaku, memahami manusia yang lain atau humanis, dan disiplin sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.
    “Pada tahun ini akan ada penataan SOTK (Susunan Organisasi dn tata Kerja) di mana Satpol PP akan ditingkatkan statusnya dari kantor menjadi dinas sehingga tata kerja dapat lebih ditingkatkan dan masyarakat puas dengan pelayanan Satpol PP,” katanya.
    Terkait keberadaan dan fungsi Damkar, dia mengatakan bahwa pihaknya pada tahun 2016 menargetkan adanya tiga Pos Damkar di Purbalingga sehingga bisa mencakup seluruh wilayah kabupaten itu termasuk lokasi terpencil.
    Menurut dia, tiga Pos Damkar tersebut akan berlokasi di Kecamatan Purbalingga, Bobotsari, dan Rembang.
    “Saat ini sudah ada Pos Damkar di Purbalingga dan Bobotsari, menyusul Rembang. Jadi kalau terjadi kebakaran di tempat yang jauh, api bisa segera dipadamkan sehingga rumah tidak ludes,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com