• PU BM Sumsel Bangun Jembatan Asal Jadi

    0

    PRABUMULIH, jurnalsumatra.com – Jembatan penyeberangan Sungai Lematang yang menghubungkan Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih ke desa Muara Sungai  Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) terancam mubazir lantaran lokasi pembangunan jembatan tidak sesuai dengan permintaan warga dimana lokasi yang diusulkan sudah tersedia badan jalan tanah sementara di bangun PU.BM Provinsi berbeda sehingga diprediksi bakal mubazir.

    Warga seputar lokasi jembatan  menolak lahannya  di jadikan jalan. Pihak kelurahan Payuputat tak dilibatkan pada saat menentukan titik nolnya. Ditambah lagi jembatan yang diperkirakan  sepanjang 150  meter diperkirakan menyalahi  RAB, terlalu rendah sehingga bila musim banjir tidak dapat dilewati ketek dan ponton karena jarak dari gladak kontruksi cor beton  jembatan dengan permukaan sungai Lematang hanya 1 meter

    ” Pihak PU.BM dan Pihak pemborong saat menentukan titik 0 tidak melibatkan pihak kelurahan Payuputat. Seandainya ada kordinasi terlebih dahulu maka disarankan agar pembangunan jembatan di lokasi yang sudah ada akses jalan sehingga memudahkan pembangunan jalan. Serta disarankan agar tiang jembatan di tambah lagi  tingginya 2 meter, bila musim banjir masih dapat dilalui kendaraan sungai, bukan seperti sekarang jembatan yang menggunakan dana APBD Provinsi milyaran rupiah itu terancam mubazir,” kata Lurah Payuputan Edi Suanto,SH,MSI kepada wartawan saat di konfirmasi seputar proyek jembatan Rabu (16/3).

    Warga Payuputat, Seabidin dan Rusdarman yang tinggalnya tak jauh dari lokasi jembatan menyayangkan jembatan yang sangat dibutuhkan warga dua Kabupaten/ Kota yakni Pali dan Prabumulih terancam mubazir padahal sebelumnya mereka bermimpi begitu jembatan dibangun pada tahun 2015 lalu akan berfungsi, taunya begiitu proyek selesai dibangun mendapatkan kendala. Karena warga kesal proyek salah letak dan warga menolak lahannya dijadikan badan jalan, ujar keduanya

    Warga lainnya, Aspawi juga mengungkapkan  rasa kekecewaanya lantaran lokasi pembangunan jembatan tidak sesuai aspirasi masyarakat ” Kami kecewa ngapo nian jembatan dilangun di ulu padahal  diseputar PDAM Tirta Prabu sudah ado badan jalan tinggal menahi bae.” Kata mantan kadus itu

    Ketika dikonfirmasi dengan pihak PU.BM Provasi Sumsel melalui Humas Pemrov Sumsel menjelaskan kalau proyek jembatan yang menghubungkan desa Muara Sungai Kabupaten Pali dengan Kelurahan Payuputat Kota Prabumulih sudah sesuai dengan hasil kordinasi Pemkab Pali dan Pertamina . Proyek jembatan merupakan zona aman bagi Pertamina . Dan dijelankannya pula tinggi jembatan sudah sesuai program dan mengambil ukuran pada saat banjir maksimal . Dan pihak PU.Provinsi sudah berkodinasi dengan PU Prabumulih , kata Kabag Gumas Pemrov Sumsel via E-Mail , Iqbal  Alisyahbana (dahari)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com