• Polisi Buru Pemasok Sabu-Sabu Campur Tawas

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat kini tengah memburu rekan AS, warga yang ditangkap Rabu (2/3) petang, karena diduga sebagai pengedar sabu-sabu yang dicampur tawas.
    “Pemasok maupun kawan AS masih kita selidiki, kami sudah memerintahkan anggota untuk terus melakukan pengembangan di lapangan,” kata Kanit I Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKP Agus Dwi Ananto dalam jumpa persnya saat mendampingi Kabid Humas AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Kamis.
    Diketahui, AS yang berasal dari Punia, Kota Mataram, itu ditangkap di kosnya yang berlokasi di Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pihak kepolisian meringkusnya saat hendak masuk ke tempat kos, tepat di depan SDN 3 Batu Layar, pada Rabu (2/3) petang, sekitar pukul 19.00 WITA.
    Penangkapan AS berawal dari informasi yang diperoleh Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB dari masyarakat, karena dicurigai menjual narkoba dari tempat kosnya.
    “Informasi awal kami terima pada Rabu (2/3) petang, sekitar pukul 18.00 WITA. Menindaklanjutinya, anggota kami turunkan ke lapangan untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.
    Kemudian, lanjut Agus, sekitar pukul 18.30 WITA, AS terlihat datang seorang diri ke kosnya. Mengetahui hal tersebut, anggota Subdit II Ditrernarkoba Polda NTB langsung melakukan penyergapan tepat di depan kosnya.
    “Setelah kami sergap, langsung kami giring ke kosnya dan lakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga narkoba,” ucapnya.
    Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tempat kos AS, antara lain sabu-sabu seberat 4 gram dengan bahan campuran bongkahan tawas yang beratnya hampir mencapai 2 kilogram, hasis 9,95 gram, dan pil ekstasi enam butir.
    Selain itu, barang bukti yang memperkuat AS diduga sebagai pengedar adalah ditemukannya satu unit timbangan digital dan klip plastik bening sebanyak sebelas bungkus.
    Bahkan, kata dia, polisi juga menemukan barang bukti yang diduga biasa digunakan AS untuk berpesta narkoba, di antaranya satu unit alat isap berupa bong, korek api gas dan pipet kaca.
    Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 dan 2, 114 Ayat 1 dan 2, serta 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman paling berat 20 tahun penjara.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com