• Polisi Bekuk Dua Bandar Narkoba Di Tulungagung

    0

    Tulungagung, jurnalsumatra.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung, Jawa Timur menangkap dua pria yang ditengarai sebagai bandar/pengedar narkoba jenis sabu-sabu, ganja serta dobel L yang biasa beroperasi di sejumlah warung kopi dan kafe remang-remang di Tulungagung.
    “Dua pelaku ditangkap secara terpisah, namun keduanya punya saling keterkaitan karena salah satu berperan sebagai pemasok barang,” ujar Kasat Narkoba Polres Tulungagung, AKP Siswanto di Tulungagung, Selasa.
    Adalah Eka Hendrayana (29) yang ditangkap pertama kali. Pemuda Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu itu ditangkap tim buru sergao pada Selasa dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB di rumahnya.
    Pada diri Eka polisi tidak menemukan sabu-sabu maupun ganja. Namun, hasil penyisiran di sekitar kamar pelaku diketemukan sedikitnya 90 butir dobel L yang telah dikemas dan siap edar.
    “Kami juga menyita uang yang tersimpan di laci dan dompet pelaku, serta barang buti dobel L sebanyak 90-an butir,” tuturnya.
    Dari pengakuan Eka inilah, polisi akhirnya mendapati identitas pemasok narkoba atas nama Subagio Bin Almukair (37), warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu.
    Operasi penangkapan pun dilanjutkan dengan menyasar rumah Subagio di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu.
    Hasilnya, Subagio yang anak pasangan purnawirawan TNI dan pensiunan guru SD itu bisa ditangkap tanpa ada perlawanan.
    “Pelaku dalam kondisi teler dan sakau saat ditangkap, hingga sekarang dilakukannya gelar kasus tadi. Tersangka masih belum fokus dan asal bicara saat diinterogasi petugas,” ujar Siswanto.
    Di rumah Subagio, kata Siswanto, petugas mendapat barang bukti cukup banyak.
    Selain menemukan lebih dari 22 ribu butir dobel L kemasan besar yang siap edar, polisi juga mendapati barang bukti satu poket sabu-sabu serta ganja kering.
    Menurut pengakuan Subagio, barang haram itu dia dapat dari seorang eks-narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Madiun yang telah meninggal, sekitar beberapa pekan lalu.
    “Barang itu saya dapat sebelum bandar pemasok saya meninggal. Saat itu, barang dikirim melalui kurir dengan teknik ranjau untuk menghindari deteksi petugas serta untuk memutus jaringan,” tutur Subagio saat diinterogasi.
    Atas perbuatannya, tersangka Eka dijerat pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman maksimal 15 tahun sementara Subagio dijerat dengan pasal berlapis 114 (1) Subsidentar pasal 113 (1) dan 111 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com