• PLN: Pemeliharaan Mesin Rampung Pertengahan Maret

    0

    Ambon, jurnalsumatra.com – PT. PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU) menergetkan pemeliharaan sejumlah mesin pada pembangkit di pulau Ambon rampung pada 15 Maret 2016.
    “Perbaikan mesin yang mengalami ganggguan di unit PLTD dan Wika paling lambat rampung pada 15 Maret 2016. Mesin Wika 5 telah rampung diperbaiki dan saat ini dalam proses perbaikan mesin Wika 4,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PT. PLN Wilayah MMU, Eduard Peea, di Ambon, Selasa.
    Ia mengatakan, jika pemeliharaan dan perbaikan mesin rampung maka tidak akan terjadi lagi pemadaman di sejumlah kawasan di pulau Ambon.
    “Pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi selama beberapa pekan terakhir di sejumlah kawasan di Kota Ambon dalam rangka pemeliharaan mesin pembangkit dan jaringan listrik. Kami targetkan jika perbaikan mesin selesai tidak akan terjadi pemadaman listrik lagi,” katanya.
    Sebelumnya, pemadaman terjadi karena pemeliharaan empat mesin di PLTD Poka, kebocoran pipa HSD di PLTD Hative Kecil, dan adanya pekerjaan “injection water” mesin Wika.
    Selain itu, di pembangkit sewatama terjadi gangguan mesin 4 dan 9, di pembangkit sewa CPI ada lima mesin mengalami gangguan yang saat ini sedang ditangani.
    “Pemeliharaan pembangkit berdampak pada kekurangan daya tiga MW sehingga terjadinya pemadaman. Kami menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat,” kata Eduard.
    Dia mengakui, pemadaman listrik terjadi karena memang direncanakan maupun tidak terencana.
    “Terencana itu karena ada pemeliharaan jaringan dan sebelumnya diberitahukan kepada masyarakat,” katanya.
    Sedangkan pemadaman tidak terencana disebabkan gang茆uan alam dan mesin dengan waktu pengerjaan tidak dapat diberitahukan lebih dahulu kepa苓a masyarakat.
    Ia  menyatakan, saat ini beban puncak PLN Area Ambon mencapai 48,5 MW dengan daya mampu 45,4 MW . Dengan demikian, terjadi kekurangan daya sebesar 3,1 MW.
    “Kami berupaya ke depan tidak lagi terjadi pemadaman listrik, pemeliharaan yang dilakukan semata-mata untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
    Ditambahkannya, pemadaman bergilir diatur dalam sistem PLN Area Ambon dan jadwalnya akan disampaikan kepada masyarakat.
    “Pemadaman listrik umumnya terjadi di malam hari yakni pukul 18.00 -21.00 WIT karena beban puncak listrik yang sangat tinggi, tetapi kami berupaya pemadaman tidak terjadi di seluruh wilayah pulau Ambon,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com