• Perguruan Tinggi Lebak Jamin Tidak Ajarkan Radikalisme

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Perguruan Tinggi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dijamin tidak mengajarkan radikalisme atau kekerasan, meskipun dikelola milik swasta atau yayasan.
    “Kami sampai saat ini tidak menemukan adanya mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Lebak yang terlibat gerakan radikalisme maupun aliran sesat,” kata Encep Khaerudin, seorang dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Fallah Rangkasbitung, Sabtu.
    Pihaknya menjamin kampus Perguruan Tinggi di Kabupaten Lebak tidak mengajarkan radikalisme atau paham-paham yang bertentangan dengan agama maupun hukum negara.

         Sebab, dosen di sini kebanyakan sebelum menyampaikan mata kuliah selalu mengingatkan kepada mahasiswa agar tidak terpengaruh ajakan radikalisme maupun terorisme.
    Untuk menangkal gerakan tersebut, tentu diintegrasikan dengan beberapa mata kuliah yang terkait kebangsaan agar mahasiswa meningkatkan wawasan kebangsaan cintai Tanah Air dan bela negara.
    Selain itu juga kerapkali menyelenggarakan kegiatan seminar dengan mengangkat topik konsep Pancasila juga empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan MPR.
    Keempat pilar itu antara lain Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan  NKRI. “Kami yakin kampus perguruan tinggi di Lebak bebas dari gerakan yang menyesatkan itu,” kata Encep yang juga mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) La Tansa Mashiro Rangkasbitung.

         Menurut dia, saat ini kampus perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Lebak antara lain STAI Wasilatul Fallah, STIE La Tansa Mashiro, Fisip Setia Budhi, STKIP Rangkasbitung dan Matha’ul Anwar.
    Semua perguruan tinggi itu dikelola oleh yayasan atau swasta dan sudah masuk keanggotan Badan Akademik Swasta (BAS).
    Sedangkan, perguruan tinggi yang berstatus negeri yakni Sekolah Kebidanan milik Kementerian Kesehatan.
    “Kami sepakat antarperguruan tinggi melawan dari gerakan sesat, seperti radikalisme maupun terorisme,” katanya.

         Sementara itu, sejumla mahasiswa STAI Wasilatul Fallah Rangkasbitung mengatakan mereka setiap bulan menyelenggaranan kegiatan seminar kebangsaan untuk mencegah mahasiswa terlibat aliran yang melanggar hukum negara maupun agama Islam.
    “Saya kira dengan seminar kebangsaan itu berdampak positif untuk mencintai empat pilar kebangsaan juga bela negara,” kata Anwar, seorang mahasiswa STAI Wasilatul Fallah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com