• Pengusaha Bangun 800 Sumur Bor Di Kalteng

    0

         Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Pejabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo menyebut sejumlah pengusaha perkebunan, kehutanan, pertambangan dan jasa kontsruksi berkomitmen membangun 800 sumur bor pada 2016 sebagai upaya mencegah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti tahun 2015.
    Pelibatan pengusaha dari berbagai bidang tersebut karena luas wilayah Kalteng 1,5 dari Pulau Jawa dan memerlukan sekitar 2.000 sumur bor, jika ingin bencana kabut asap tidak terulang lagi di tahun 2016 hingga seterusnya, katanya di Palangka Raya, Jumat.
    “Saya sudah meneliti dokumen anggaran Provinsi, Kabupaten dan Kota tahun 2016, embung 17 buah, sekat kanal 14 buah dan reservoir satu buah. Sedangkan sumur bor hanya 292 buah dan masih jauh dari yang dibutuhkan. Itulah kenapa kita melibatkan pengusaha membangun sumur bor,” tambahnya.
    Hadi yang juga pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyebut pelibatan pengusaha itu dilakukan setelah penandatangan nota kesepakatan. Pengusaha yang tergabung dalam lima kelompok itu masing-masing akan membangun sekitar 160 buah sumur bor.
    Dia mengatakan, untuk mensingkronkan pembangunan itu, rencananya pada 21 Maret 2016 nanti pemerintah bersama pengusaha akan mengadakan rapat koordinasi yang membahas teknis pembangunan sumur bor, termasuk jadwal pelaksanaan, lokasi maupun spesifikasi teknisnya.
    “BMKG memprediksi per 1 Mei 2016 Kalteng telah memasuki musim kemarau basah, sehingga semua pihak sepakat pembangunan sumur bor harus selesai dan dapat difungsikan dengan baik paling lambat 30 April 2016. Semoga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” kata Hadi.
    Selain membangun berbagai sarana dan prasarana mencegah kebakaran hutan dan lahan, Pemprov Kalteng juga melakukan beberapa persiapan. Mulai dari membentuk Tim Pendamping Kabupaten/Kota, Pembentukan Satgas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan serta melaksanakan patroli terpadu di 15 desa.
    Mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah itu menyebut patroli terpadu terhadap 15 desa itu merupakan tahap pertama, karena menurut data teknis terdapat sekitar 134 desa di Kalteng rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga perlu dilakukan berbagai antisipasi.
    “Pemerintah Pusat bersama Provinsi dan Kabupaten/Kota telah menyusun dan akan melaksanakan berbagai langkah agar bencana kabut asap tidak terjadi lagi di Kalteng. Harapannya seluruh masyarakat mendukung dan terlibat aktif mewujudkannya,” demikian Hadi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com