• Penggugat Minta MKD Hadiri Sidang Mediasi

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya yang menggugat Majelis Kehormatan Dewan (MKD) karena tidak menindaklanjuti kasus “Papa Minta Saham” berharap MKD menghadiri sidang dengan agenda mediasi pekan depan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
    “Kami minta minggu depan MKD hadir langsung sesuai dengan Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan,” ujar kuasa hukum LBH Keadilan Bogor Raya Sugeng Teguh Santoso ketika berbincang dengan Antara di Jakarta, Senin.
    Pasal 1 Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2008 menyatakan para pihak adalah dua atau lebih subjek hukum yang bukan kuasa hukum yang bersengketa dan membawa sengketa mereka ke pengadilan untuk memperoleh penyelesaian.

        Sidang gugatan dengan agenda mediasi perdana sedianya digelar hari ini, tetapi ditunda Senin depan karena hakim mediator berhalangan hadir akibat sedang menjalankan pelatihan.
    Dalam agenda mediasi hari ini pihak yang hadir adalah pihak LBH Keadilan Bogor Raya dan kuasa hukumnya serta kuasa hukum MKD yang datang mewakili.
    “Belum ada arahan dari hakim karena berhalangan hadir, tetapi kami harap datang langsung, tahulah sudah ada aturan,” kata Sugeng.
    Sebanyak 17 orang anggota masyarakat dari berbagai profesi melaporkan pengajuan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap anggota MKD DPR RI.

        Para tergugat adalah seluruh anggota MKD, antara lain Surahman Hidayat, Kahar Muzakir, Junimart Girsang, Sufmi Dasco Ahmad, A. Bakri, Adies Kadir, Achmad Dimyati Natakusumah, Muhammad Prakoso, Guntur Sasono, Darizal Basir, Syarifuddin Sudding, Sukiman, Risa Mariska, Ridwan bae, Maman Imanul Haq, Supratman, Andi Agtas, Victor Laiskodat, dan Akbar Faizal.
    Sebanyak 10 dari 17 anggota MKD menyatakan Setya Novanto bersalah dalam tingkatan sedang, kemudian sisanya menyebutkan kesalahan berat atas perlakuan meminta saham tersebut.

        Namun, Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI menyusul proses sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan sebanyak 10 orang dari 17 anggota MKD meminta yang bersangkutan mundur dari jabatannya.
    Tanpa menindaklanjuti Setya Novanto yang sudah mundur dari jabatannya, Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan bahwa sidang kasus dugaan pelanggaran etika atas Ketua DPR RI Setya Novanto dinyatakan ditutup karena adanya surat pengunduran diri dari Setya Novanto.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com