• Pemprov Sumsel Dorong Peningkatan Kualitas SDM Petugas Capil

    0

    IMG_0649Palembang-Penduduk atau rakyat merupakan unsur dari suatu negara yang sangat penting, oleh karena itu sangat diperlukan data yang akurat mengenai berapa jumlah penduduk di suatu negara ataupun daerah. Pentingnya data akurat mengenai kependudukan disadari benar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel).

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, Pemprov akan berusaha membantu daerah atau kabupaten dan kota yang target pencatatan kependudukannya masih sangat jauh di bawah target nasional yaitu 75 persen pada 2016.

    “Masalahnya itu dimana?. Jika masalahnya adalah anggaran, maka kami akan dorong supaya Bupati atau Walikota menganggarkan dana, dan paling tidak selama dua tahun petugas catatan sipil itu tidak boleh diganti,” kata Mukti pada saat membuka Rapat Lintas Administrasi Pencatatan Sipil (Capil) dengan Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten/Kota se-Sumsel serta Instansi Terkait Provinsi Sumsel di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (3/2).

    Rapat juga dihadiri oleh Kasi Pencatatan Kematian Direktorat Capil Direktorat Jenderal (Dirjen) kependudukan dan Capil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Hindri Esty Sulutia Rini, Kasi Pencatatan Perkawinan Direktorat Capil Dirjen Kependudukan dan Capil Kemendagri, Shanti, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten/Kota se-Sumsel.

    Sejauh ini hanya dua Kabupaten/Kota di Sumsel yang telah melampaui target nasional yaitu Muara Enim, dan Prabumulih, sedangkan yang terkecil adalah Banyuasin dengan 16 persen dan Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 21 persen. Mukti menambahkan, untuk OKI bisa dimaklumi karena akses ke sana sulit, dan untuk Muara Enim memang sudah sejak lama tenaga administrasi capilnya bagus.

    “Muara Enim dari tahun ke tahun memang bagus, dari SDM-nya relatif mantap, serta tidak banyak gejolak. Dan untuk OKI saya tahu hambatan OKI adalah akses, karena daerahnya banyak rawa-rawa terpencil yang sulit dijangkau,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dia berharap, kedepan 15 kabupaten/kota lain yang belum melampaui target nasional dapat terus menggenjot kinerjanya dan mendapat perhatian khusus dari kepala daerah masing-masing.

    “Dari kegiatan ini diharapkan mencari cara yang terbaik untuk mencapai target di atas nasional, dan kita juga harapkan dari kepala daerahnya ada perhatian lebih,” harap Mukti.

    Adapun angka-angka yang ditargetkan Pemerintah Pusat dari tahun ketahun terus meningkat yaitu untuk 2017 sebesar 77,5 persen, 2018 sebesar 80 persen, 2019 82,5 persen, dan 2020 sebesar 85 persen.

    Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Sumsel, Edward Chandra menyampaikan, bahwa tujuan dari rapat tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan petugas Capil, memperkuat kerjasama antar dinas, peningkatan pelayanan primer petugas Capil kepada masyarakat.

    “Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan pemerintah khususnya dalam hal Capil kepada masyarakat,” pungkasnya.(relis humas pemprov sumsel)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com