• PEMPROV NTT Libatkan Kepolisian Awasi Naskah UN

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur libatkan aparat kepolisian di setiap daerah untuk menjaga naskah Ujian Nasional (UN) mengantisipasi kemungkinan kebocoran soal ujian akhir tersebut.
    “Bahkan di beberapa daerah naskah ujian kita titipkan di kantor kepolisian, baik di Polres, Polsek maupun Pos Polisi yang terdekat dengan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Piter Manuk kepada Antara di Kupang, Senin.
    Dia mengatakan hal itu sebagai antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kebocoran soal ujian nasional 2016.
    Mantan Kepala Bidan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kota Kupang itu mengatakan, sejak naskah ujian dicetak, proses pengawasan sudah dilakukan secara berlapis dan sangat ketat, juga melibatkan aparat kepolisian dan petugas dinas pendidikan.
    “Bahkan kami juga terlibat mengawasi di percetakan saat naskah dicetak,” katanya.
    Setelah dicetak, naskah yang akan dikirim menggunakan jasa pengiriman PT Pos Indonesia itu juga disegel berlapis menggunakan tiga bungkusan amplop berbeda dengan tanda segel berlapis pula.
    Bahkan sebelum naskah dikirim ke seluruh sekolah di wilayah provinsi kepulauan itu, naskah dititipkan sementara di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang dan dijaga ketat aparat kepolisian dari Polda NTT.
    “Ruangan penitipan naskah disterilkan dan tidak dibuka untuk umum,” katanya.
    Semua yang dilakukan itu, kata dia merupakan langkah yang dipilih pemerintah untuk mengamankan naskah UN dari kemungkinan kebocoran. “Dan ini sudah kita lakukan sejak beberapa tahun terakhir, ternyata sangat efektif,” katanya.
    Sementara itu, terhadap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Piter mengaku secara sistem sudah terlindungi dari pusat, dari kemungkinan kebocoran soal.
    “Untuk sistem komputer secara ‘IT’ sudah terporteksi dari pusat dan diyakini tidak akan mungkin terjadi kebocoran,” katanya.
    Untuk itu, dia meminta kepada seluruh siswa peserta UN untuk tidak lagi percaya dengan kemungkinan akan beredarnya kunci jawaban UN di media sosial. Hal itu karena dinilai tidak mungkin terjadi kebocoran.
    “Kami sudah ingatkan kepada siswa jangan percaya kunci jawaban yang beredar. Percaya saja pada diri sendiri dengan persiapan (belajar) yang sudah dilakukan,” katanya.
    Dia menyebutkan, secara keseluruhan di provinsi berbasis kepulauan itu, hanya ada 32 SMA dan SMK yang akan menyelenggarakan UNBK.
    “Persiapannya sudah sangat baik dan sudah mencapai 80 persen dari keseluruhan aspeknya,” katanya.
    PT Telkom dan PT PLN, menurut dia, telah menyatakan dukungan penuh menyukseskan pelaksanaan UNBK di seluruh NTT, dengan memberikan layanan terbaik listrik dan signal jaringan internet.
    Diakuinya, belum semua sekolah menyelenggarakan UNBK, karena sebagian sekolah berada di daerah pelosok yang belum terjangkau jaringan listrik dan Telkomsel, sehingga belum bisa mengakses internet.
    Peserta UN tahun ajaran 2015/2016 tingkat SMA dan SMK sebanyak 70.307 orang terdiri dari SMA sebanyak 53.352 peserta dan SMK sebanyak 6.955 orang peserta.
    Sementara peserta UN pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C atau setara SMA berjumlah 8. 906 siswa.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com