• Pemprov-IAIN Kaji GMT Berdasarkan Islam

    0

        Palu, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melakukan pengkajian terhadap fenomena alam yang langka Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 dari sudut pandang agama Islam untuk peningkatan pengetahuan dan keimanan serta ketaqwaan ummat.
    “Fenomena ini perlu didiskusikan untuk dikaji secara ilmiah dari berbagai macam sudut pandang, salah satunya yakni GMT akan dipandang dari sudut agama Islam,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah Hj. Siti Norma Mardjanu di Palu, Selasa.

        Norma mengatakan pengkajian terhadap GMT akan dilakukan dengan model seminar nasional yang melibatkan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, sebagai perguruan tinggi Islam yang berkapasitas mengkaji fenomena tersebut dari sisi Islam.
    Bahkan, sebut dia, dalam seminar GMT yang digelar pada Kamis, 2 Maret di Auditorium IAIN Palu, Rektor IAIN Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag serta Kepala BMKG Sulawesi Tengah akan menjadi pembicara pada seminar tersebut, yang dihadiri oleh sebagian tamu yang akan menyaksikan GMT di Sulawesi Tengah.

        Dengan demikian, kata dia, Pemprov Sulteng berharap seminar tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat yang nantinya akan berdampak terhadap keimanan dan ketaqwaan.
    “Kami berharap seminar GMT dapat memberikan sesuatu yang terbaru dalam kajian Islam, sehingga dapat memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat Sulawesi Tengah,” sebutnya.

        Ia menguratarakan bahwa pihaknya mengundang berbagai pihak dari kalangan akademisi, pengusaha dan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, untuk mengikuti seminar tersebut.
    Hal itu, kata dia, dikarenakan fenomena alam GMT yang terjadi pada 9 Maret, akan menjadi momen bersejarah serta melahirkan berbagai macam teori baru dan pandangan-pandangan kritis memiliki dasar masing-masing.
    Olehnya, sebut dia, untuk mengasah dan meningkatkan khasanah berpikir terhadap suatu fenomena alam yang terjadi, maka diperlukan wadah dengan mengedepankan langkah konkrit berupa seminar nasional tentang hal itu.
    “Fenomena GMT tidak hanya akan menjadi momen untuk promosi daerah, melainkan akan menjadi sejarah yang nantinya berbagai teori dan pandangan kritis akan lahir dari fenomena tersebut,” katanya.

        Saat ini jumlah total wisatawan yang datang di Sulawesi Tengah, untuk menyaksikan GMT 9 Maret telah mendekati angka 6.000 yang terdiri dari wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
    Bahkan semua hotel dan penginapan yang ada di Kota Palu, Kabupaten Poso, Kota Luwuk, Kabupaten Parigi Motong, Sulawesi Tengah, telah penuh dipesan oleh wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com