• PEMKAB Pasaman Tergetkan Peningkatan Kunjungan Wisatawan

    0

    Lubuk Sikaping,  jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menyatakan manargetkan peningkatan kunjungan wisatawan di daerah itu.
    Kabid Pariwisata Disporabudpar Pasaman, Herlinda di Lubuk Sikaping, Selasa mengatakan Pemkab Pasaman terus berupaya meningkatkan mutu pariwisata, salah satunya dengan kegiatan perayaan titik kulminasi pada 21 Maret 2016.
    “Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut, Disporabudpar akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari seni, kebudayaan, dan lainnya, yang dipusatkan di tugu equator, Kecamatan Bonjol,” kata Herlinda.
    Ia menambahkan, kami akan menggelar acara lima hari berturut-turut dalam memperingati titik kulminasi mendatang. Mulai dari tanggal 19-24 Maret. Acara puncaknya tanggal 21 Maret.
    Dijelaskan Herlinda, lima hari berturut-turut tersebut akan diselenggarakan berbagai acara dan pertunjukan, mulai dari festival band Sumbar, Riau, Sumut, senam bersama, lomba burung berkicau, pemutaran film, hingga festival dangdut. Tak kalah menarik, dalam acara nantinya juga bakal digelar penampilan ronggeng, gondang sembilan dan lukah gilo.
    “Ronggeng, gondang sembilan dan lukah gilo merupakan semacam tarian atau kesenian tradisional Pasaman yang telah mendunia,” jelasnya.
    “Kami yakin, wisatawan nantinya akan ramai berkunjung ke Pasaman,” kata Linda.
    Kecamatan Bonjol, merupakan daerah yang dilalui garis khatulistiwa, dilokasi ini, wisatawan bisa menikmati titik kulminasi matahari, fenomena alam ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa dengan posisi matahari tepat berada di atas kepala, sehingga semua bayangan benda-benda di permukaan bumi di sekitar wilayah ini akan hilang.
    “Kami terus berupaya memperbaiki dan mensosialisasikan lokasi wisata yang terdapat di Pasaman, salah satunya dengan perayaan peristiwa ini,” jelasnya.
    Linda menjelaskan, bagi wisatawan yang menyukai napak tilas bisa melihat peninggalan sejarah Perang Paderi dibawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol, di museum Tuanku Imam Bonjol yang berdiri megah di jalan raya Bukittinggi Medan sekitar 50 kilometer dari kota Bukittinggi.
    “Lain lagi dengan kegiatan “Mandehe”, keterampilan menangkap ikan dalam kolam yang berisi air bercampur lumpur. Atraksi wisata ini telah menjadi budaya yang khas ranah Pasaman, yang dipertontonkan saat peringatan hari besar nasional maupun hari besar keagamaan lainnya,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com