• PEMKAB Musirawas Utara Prioritaskan Pembangunan Jalan Produksi

    0

    Musirawas Utara, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, akan memprioritaskan pembangun jalan produksi antar-kecamatan dan desa, karena sejak wilayah itu dilanda banjir akhir-akhir ini banyak ruas jalan yang rusak tergerus air.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Musirawas Utara Ir Hendriansyah di Musirawas, Sabtu mengatakan, akhir-akhir ini banyak keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan tersebut padahal baru saja dibangun tapi sudah rusak.
    Ia mengatakan keluhan masyarakat itu menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pembangunan jalan, terutama jalan aspal hotmix yang menghubungkan antara kecamatan bahkan jalan desa sebagai sentra produksi tanaman perkebunan.
    Namun kendala akhir-akhir ini jalan yang baru saja dibangun itu terendam banjir, akhirnya kualitasnya turun setelah dilewati kendaraan berbeban berat akan cepat rusak antara lain poros jalan dari Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir.
    “Kami sudah mendapatkan laporan masyarakat bahwa dalam poros jalan yang dibangun 2015 dengan dana sekitar Rp8,8 miliar itu kondisinya sudah berlubang dan sulit dilewati kendaraan,” ujarnya.
    Setelah dicek ke lapangan kerusakan jalan itu masih merupakan tanggung jawab kontraktornya, karena dalam masa pemeliharaan dan secepatnya akan mereka kerjakan,” ujarnya.
    Kepala Bidang Bina Marga PU Musirawas Utara Lantang mengatakan setelah dicek ke lapangan pada ruas jalan antara Kecamatan Karang Dapo-Kecamatan Rawas Ilir itu panjangnya belasan kilometer terdapat tiga titik yang berlubang dan menyulitkan kendaraan lewat.
    Ia mengatakan kerusakan jalan di depan kantor Kepala Desa (Kades) Kertasari itu masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih tanggung jawab pihak rekanan atau kontraktor untuk melakukan perbaikan sesuai dengan volume yang ditentukan.
    “Kami mohon masyarakat bersabar karena masa pemeliharaan jalan itu belum habis dan rekanan sudah menyanggupi untuk memperbaikinya sampai jalan itu mulus sesuai kontraknya,” ujarnya.
    Salah seorang warga Desa Kertasari Sunarto membenarkan jalan di depan rumahnya itu rusak akibat sebelumnya ada gundukan material dekat jalan berlobang tersebut.
    Setiap kendaraan lewat menghindari gundukan material itu, sehingga terjadi lubang baru di sisinya apa lagi saat banjir tiba kawasan tersebut terendam banjir.
    Setelah air surut kendaraan lalu lalang di jalan itu untuk mengangkut buah kelapa sawit, karet dan bahan pokok menuju Kecamatan Karang Dapo akibatnya jalan tersebut kembali rusak.
    “Kami mengharapkan pemerintah daerah secepatnya memperbaiki jalan tersebut karena satu-satunya jalur transportasi darat yang bisa diandalkan untuk mengangkut hasil bumi,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com