• Pemerintah Diharapkan Bebaskan Nelayan Langkat Di Malaysia

    0

         Medan, jurnalsumatra.com – Pemerintah diharapkan dapat membebaskan enam nelayan tradisional dari Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, yang ditangkap polisi maritim di Pulau Penang, Malaysia.
    “Nelayan yang diamankan polisi maritim Malaysia tidak ada melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah perairan negara tetangga tersebut,” kata Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Fendi Pohan di Medan, Sabtu.
    Nelayan asal Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat itu, menurut dia, hanya mengambil ikan di perairan Selat Malaka yang masih berada di wilayah Indonesia.
    “Namun, polisi maritim Malaysia menuduh nelayan Langkat memasuki wilayah negara mereka, dan menyita kapal boat yang digunakan orang Indonesia,” ujar Fendi.

         Ia menyebutkan, polisi maritim Malaysia selama ini sengaja mencari-cari kesalahan nelayan Indonesia dengan menuduh mencuri ikan di perairan negara itu.
    Padahal, nelayan Indonesia yang menangkap ikan di perairan Selat Malaka itu tidak pernah melanggar dan memasuki wilayah Malaysia.
    “Para nelayan Indonesia itu juga mengetahui mengenai tapal batas dengan Malaysia, dan tidak pernah melanggar atau memasukinya secara ilegal,” ucap mantan Ketua DPC HNSI Kota Medan.
    Fendi mengatakan, berdasarkan informasi yang selama ini diperoleh dari nelayan Langkat, Deli Serdang, Tanjung Balai,dan Asahan yang pernah ditangkap polisi maritim Malaysia, para nelayan tradisional itu masih berada di perairan Indonesia.

         Namun polisi maritim Malaysia selalu mengejar dan menangkap mereka dan seolah-olah seperti dijadikan target operasi (TO).
    Konsulat Indonesia yang ada di Pulau Penang, Malaysia harus melakukan protes terhadap tindakan sewenang-wenang polisi maritim Malaysia agar perilaku itu tidak terus dilakukan.
    “Ini adalah pelanggaran kedaulatan Indonesia, dan kita tidak ingin nelayan kecil tersebut terus dijadikan korban. Meski mereka tidak bersalah, tetapi ditangkap juga oleh polisi maritim Malaysia,” katanya.
    Sebelumnya, enam nelayan Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat ditangkap polisi maritim Malaysia Kamis (10/3) saat sedang melaut di perairan Indonesia.

          Keenam nelayan yang ditangkap itu Andika (28), Ijal (36), Dandi (18), ketiganya warga Jalan Imam Bonjol Kelurahan Brandan Timur Baru Kecamatan Babalan, Bawel (35) warga Lorong Kuburan Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan, Sasan (35) warga Jalan Borboran Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan, satu warga lagi belum diketahui indititasnya.
    Hingga sekarang ini sudah ada 17 orang nelayan asal Langkat yang ditahan polisi maritim Malaysia di Pulau Penang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com