• Pelaku Pembunuhan Siswa SMK Jalani Sidang Perdana

    0

         Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Tiga terdakwa pelaku pembunuhan siswa SMKN 2 Bandarlampung, Dwiki Dwi Sopian (16), yakni KR, RH dan IAP menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang dengan agenda pembacaan dakwaan.
    Dalam sidang yang dipimpin Ketua majelis hakim Yus Enidar, di PN Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Wahyu Pratekta mendakwa tiga terdakwa dengan pasal berlapis.
    Ketiganya didakwa dengan pasal 340 KUHP subpasal 338 KUHP lebih subpasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP atau pasal 80 ayat 3 Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
    “Ketiga terdakwa dijerat dengan pasal berlapis,” kata JPU Tri Wahyu pula.
    Dalam persidangan yang berlangsung tertutup itu, jaksa menerangkan bahwa kasus ini berawal pada Minggu (6/3) pukul 02.15 WIB, di Jalan Majapahit samping Lapangan Saburai Bandarlampung, saat itu terdakwa RH bertemu korban Dwiki, lalu menghubungi terdakwa KR memberitahukan keberadaan korban.
    Tidak lama kemudian, datang saksi Prasojo Pamungkas alias Munes mengendarai sepeda motor menemui RH, saksi Fadil dan korban, lalu saksi Munes dan Fadil pergi untuk mencari tambal ban untuk menambal kendaraan milik Fadil.

         Kemudian, terdakwa KR, terdakwa DN, dan terdakwa OK datang menggunakan mobil Toyota Kijang warna biru dengan nomor polisi BE 2858 A milik terdakwa KR.
    Selanjutnya, terdakwa KR turun dari mobil dan terjadi pembicaraan dengan korban yang disaksikan terdakwa RH. Kemudian korban dipegang tangannya oleh terdakwa KR untuk dibawa masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah paman terdakwa KR di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu.
    Setelah sampai di rumah pamannya, terdakwa KR, terdakwa DN dan terdakwa OK mengajak korban duduk di bengkel depan rumah dan sempat terjadi perbincangan. Kemudian terdakwa KR, DN, dan OK meninggalkan korban sendirian dan merencanakan aksinya.
    Saat terdakwa KR mengetuk pintu rumah, korban berjalan ke arah mobil dengan diikuti terdakwa DN di belakangnya, lalu terjadi penusukan yang dilakukan oleh terdakwa  KR, sedangkan terdakwa DN memegang badan korban.
    Pada tusukan ketiga, terdakwa OK membekap mulut korban hingga akhirnya korban terjatuh, lalu terdakwa KR kembali melakukan penusukan terhadap korban hingga berkali-kali.
    Korban yang sempat melarikan diri ke arah jalan kembali terjatuh, sedangkan terdakwa KR membuang pisau di pekarangan dan pergi ke mobil untuk mengambil pedang yang kemudian digunakan lagi untuk menusuk korban.
    Tidak lama kemudian datang terdakwa F, terdakwa RH, dan saksi Didu datang membawa sepeda motor korban, setelah sampai di lokasi kejadian saksi mengembalikan motor dan langsung melarikan diri karena melihat korban telah bersimbah darah.
    Setelah itu, terdakwa IAP keluar dari rumah dan membawa lakban serta pisau dari dalam rumah lalu diserahkannya ke terdakwa KR yang digunakan untuk menutup mulut korban dan terdakwa KR kembali menusuk korban.
    Setelah korban diketahui telah meninggal dunia, KR, DN, OK, RH dan F membuang mayat korban di Jalan Raden Imba kawasan Sumur Putri, Bandarlampung. Korban diketahui mengalami luka tusukan senjata tajam sedikitnya 107 tusukan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com