• Pegawai Pengadilan Negeri Cilacap Jalani Tes Urine

    0

         Cilacap, jurnalsumatra.com – Puluhan pegawai dan hakim di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, menjalani tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
    Tes urine yang digelar secara mendadak di PN Cilacap, Senin, diikuti oleh 50 pegawai dan hakim.
    Berdasarkan hasil tes urine tersebut, satu orang di antaranya diketahui positif benzo karena yang bersangkutan sedang mengonsumsi obat-obatan dari dokter.
    Selain di PN Cilacap, BNNK Cilacap juga menggelar tes urine di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Cilacap yang diikuti 34 pegawai kantor itu.
    Dari hasil tes urine yang digelar di KPPBC Cilacap itu diketahui seluruhnya negatif.
    Saat ditemui wartawan, Kepala BNNK Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa mengatakan bahwa tes urine tersebut digelar dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba di instansi penegak hukum.
    “Kami mengadakan kegiatan di dua instansi, Pengadilan Negeri Cilacap dan KPPBC Cilacap karena dua instansi ini termasuk dalam penegakan hukum. Sebagai penegak hukum harus bersih dulu sehingga kalau sudah bersih, baru kita keluar dan masyarakat mengetahui bahwa penegak hukum harus bersih,” katanya.
    Di samping itu, kata dia, sesuai Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi disebutkan bahwa aparatur sipil negara wajib melakukan pengecekan urine minimal dua kali dalam satu tahun yang dikoordinasikan dengan BNN.
    Terkait satu orang pegawai PN Cilacap yang diketahui positif benzo, Edy mengatakan bahwa hal itu disebabkan yang bersangkutan mengonsumsi obat-obatan dari dokter karena menderita sakit jantung, tubercolusis (TBC), dan stroke.
    “Dia mengonsumsi obat sehingga setelah dicek ternyata positif benzo, diazepam,” jelasnya.
    Sementara itu, Panitera PN Cilacap Joko Sutrisno berterima kasih kepada BNNK Cilacap yang secara spontan menggelar tes urine bagi keluarga besar PN Cilacap.
    Ia mengatakan bahwa pihaknya terbuka dan siap menunggu apapun hasil dari tes urine tersebut sehingga jika ada yang positif akan dilaporkan kepada pimpinan.
    “Ini (tes urine, red.) suatu contoh kepada masyarakat. Kita jangan hanya melarang namun kita sendiri memakai (narkoba), itu yang tidak kita harapkan. Kita melarang (penyalahgunaan narkoba), otomatis kita juga harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” katanya.
    Ia mengakui bahwa tes urine tersebut hanya diikuti 50 orang dari total 56 pegawai dan hakim di PN Cilacap karena Ketua PN Cilacap sedang tugas di Semarang.
    Selain itu, kata dia, ada pula hakim yang sedang mengikuti pelatihan dan ada yang sakit.
    Kepala KPPBC Cilacap Andri Waskito mengatakan bahwa tes urine tersebut merupakan kesempatan yang baik dan perlu dilaksanakan karena Bea dan Cukai termasuk instusi yang memiliki kewenangan dalam mencegah masuknya narkoba atau psikotropika.
    “Kegiatan ini otomatis menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami, aparat, harus bersih dulu. Ketika masyarakat melihat kami bersih, mereka lebih percaya sehingga kami bisa atau punya kewenangan untuk melakukan penanganan atau pencegahan terhadap narkoba,” katanya.
    Menurut dia, tes urine tersebut hanya diikuti oleh 34 orang dari total 38 pegawai karena empat orang lainnya ada yang sedang cuti dan tugas belajar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com