• Paswaslu Sleman Catat Ada Kelemahan Pilkada 2015

    0

         Sleman, jurnalsumatra.com – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat pelaksanaan pemilihan kepala daerah 2015 memang berjalan lancar, namun ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
    “Pascapilkada kami terus melakukan evaluasi kerja sebagai formulasi referensi pelaksanaan pesta demokrasi tahun-tahun berikutnya. Kami mencatat ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan 2015,” kata anggota Panwaslu Kabupaten Sleman Divisi Pengawasan Pelanggaran Sutoto Jatmiko, Sabtu.
    Menurut dia, kelemahan dan kelebihan menjadi catatan dalam setiap evaluasi agar ke depan Pilkada di Sleman lebih baik lagi.

         “Secara umum berjalan baik, kerja sama antara penyelenggara dengan ‘stakeholder’ juga cukup bagus. Namun dari hasil evaluasi terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan. Antara lain lemahnya pemahaman sejumlah kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) terhadap regulasi yang ada,” katanya.
    Ia mengatakan akibat kelemahan tersebut masih ada beberapa pengawas TPS yang tidak mendapatkan C1 pada hari H pelaksanaan. Padahal seharusnya tidak hanya saksi yang diberikan C1 oleh KPPS, tetapi juga pengawas TPS harus diberi pada hari pelaksanaan.
    “Tetapi kenyataannya C1 tersebut baru diberikan kepada pengawas pada saat rekap di kecamatan. Pengawas TPS memang baru pertama kali ada, pemilu sebelumnya belum ada. Jadi KPPS masih ada yang belum paham. Sosialisasi dan bimtek sebenarnya juga sudah diberikan oleh KPU,” katanya.

         Sutoto mengatakan, selain itu soal kepatuhan tim kampanye pasangan calon juga turut diberikan garis tebal, tim kampanye sering tidak taat untuk memberitahukan kepada kepolisian dan ditembuskan ke Panwaslu ketika akan melakukan kampanye.
    “Ketidakpatuhan ini menyulitkan pengawasan maupun pengamanan yang harus dilakukan kepolisian. Itu masih sangat kurang ditaati,” katanya.
    Ia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi catatan positif yaitu tingginya peran serta masyarakat sebagai relawan pengawas. Dari masyarakat jumlahnya tinggi sekitar 500 orang yang turut dalam pengawasan Pilkada Sleman.

         “Selain itu, peran media massa sangat bagus dalam mewujudkan Pilkada Sleman 2015, sehingga bisa berjalan kondusif. Padahal Sleman diprediksi sangat rawan konflik, bahkan paling rawan dibandingkan kabupaten lain di DIY,” katanya.
    Dibanding pelaksanaan Pilkada sebelumnya atau Pilkada di kabupaten lain, kata dia, isu “money politics” maupun ketidaknetralan sekaligus keterlibatan PNS dan perangkat desa di Sleman tergolong sangat minim. Pihaknya mengpresiasi Satpol PP dalam penertiban alat peraga kampanye (APK) yang dilarang, bahkan penertiban dilakukan sampai posko pemenangan pasangan calon.

         “Kami juga apresiasi pada Polres Sleman sampai membentuk satuan anti-‘money politics’. Bahkan melakukan penyelidikan bersama panwas turun ke lapangan. Ternyata bisa efektif membendung peredaran kupon berhadiah pada hari tenang pilkada saat itu,” katanya.
    Pilkada Kabupaten 2015 mengantarkan pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun sebagai pemenang dengan mengalahkan duet Yuni Satiya Rahayu dan Danang Wicaksono.
    Bupati dan Wakil Bupati terpilih ini telah dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada 17 Februari 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com