• Papua Barat Siapkan Wilayah Target PIT

    0

    Manokwari, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat mempersiapkan wilayah yang akan menjadi target Program Indonesia Terang (PIT) yang digelontorkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
    Kepala Dinas Pertambangan dan Energ Papua Barat, Jhon Tulus di Manokwari, Senin mengatakan  program Indonesia terang dicanangkan pada 2016 dan pelaksanaanya dimulai dari enam provinsi wilayah timur Indonesia.
    “Enam provinsi itu, Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur atau NTT dan Nusa Tenggara Barat atau NTB,” katanya.
    Dia menjelaskan program yang dilaksanakan Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tersebut,  diprioritaskan untuk daerah-daerah terpencil dan terisolir dan belum mendapat pelayanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
    “Pemerintah pusat memerintahkan pemerintah daerah, mempersiapkan data-data daerah yang belum teraliri listrik. Menyambut program tersebut, Papua Barat pun kini tengah bergerak,” ujarnya.
    Dia menyebutkan, hal yang tengah disiapkan Papua Barat, saat ini, antara lain melakukan studi kelayakan (visibility stady), dan dokumen detail engineering design (DED). Dua data itu menjadi persayaratan pengajuan program itu.
    Pada program ini, lanjut Jhon menjelaskan, pemerintah akan memanfaatkan energi baru terbarukan di daerah masing-masing. Realiasai program ini bisa lakukan baik melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, mikro hidro, maupun tenaga uap.
    PIT di Papua Barat, ujarnya, bisa dilaksanakan baik dengan memanfaatkan tenaga surya, hidro/air, gas maupun uap, sebab seluruh potensi itu ada di daerah tersebut.
    Å‹Suhu panas disini sangat memungkinkan untuk PLTS, kemudian yang mudah lagi pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan memanfaatkan potensi air sungai, dan air terjun yang ada,Å‹ kata dia lagi.
    Jhon mengungkapkan, masih banyak daerah di provinsi ini belum mendapat layanan listrik dari PLN. Bahkan, ada sejumlah daerah yang sama sekali belum teraliri listrik, diantaranya Kabupaten Pegunungan Arfak.
    Untuk itu, kata dia, pendataan akan dilakukan secara baik dan benar, agar PIT di Papua Barat menyentuh daerah yang harus diprioritaskan.
    “Menindaklanjuti program ini direncanakan pada minggu ketiga Maret ini akan dilakukan pertemuan antara Dirjen EBTKE dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,”kata dia menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com