• NTT Tambah 45 Penerima Dana Desa 2016

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Nusa Tenggara Timur Florianus Mekeng mengatakan pada 2016 NTT mendapatkan tambahan 45 penerima dana desa sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah daerah setempat.
    “Total jumlah penerima dana desa pada 2015 hanya 2.950 desa pada 2016 ini bertambah menjadi 2.995 desa yang tersebar di 21 kabupagten dalam wilayah provinsi berbasis kepulauan itu,” katanya kepada Antara di Kupang, Jumat.
    Mantan Kepala Badan Arsip Provinsi NTT itu mengatakan hal itu terkait kesiapan pemerintah daerah menyambut pencairan dana desa tahap ertama yang diperkirakan mulai disalurkan pada April dan Mei 2016 ini.
    Menurut dia, penambahan jumlah desa penerima dana tersebut juga telah berkonsekuensi terhadap penambahan jumlah pada dana untuk provinsi NTT yang pada 2015 mencapai Rp812 miliar untuk 2.950 bertambah menjadi Rp1,8 triliun lebih pada 2016 ini.
    Artinya kata dia, pagu dana untuk setiap desa dialokasikan rata-rata Rp565 juta lebih dan selanjutnya jika ada yang lebih tinggi dari pagu dasar itu lebih disebabkan oleh empat kriteria yang ditetapkan untuk mengukur jumlah dana desa per desa yang disasar.
    Kriteria yang dimaksud dan menjadi penyebab jumlah dana desa yang satu dengan yang lainnya tidak sama diantaranya kriteria yang telah ditetapkan yakni geografis, jumlah penduduk, penduduk miskin dan luasan wilayah.
    Artinya, besaran alokasi yang diterima tiap desa berbeda karena tergantung pada empat kriteria ini. Karena itu tidak perlu ada pertanyaan dari para kepala dan aparat desa bahwa mengapa pagu dasarnya Rp565 juta tetapi realisasinya ada desa yang melampaui itu, karena empat kriteria tadi.
    Menurut dia, besaran alokasi tiap desapun mengalami peningkatan yakni sekitar Rp500 juta perdesa dari sebelumnya antara Rp200-250 juta per desa.
    Berdasarkan kriteria itu, maka Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai kabupaten peraih dana desa terbanyak dari 21 kabupaten di wilayah itu dalam tahun anggaran 2016 sekitar Rp730.815.583 untuk 266 desa di wilayah itu.
    Pagu dana desa sebanyak itu untuk kabupaten TTS ini tercatat dalam laman Kemenkeu http://www.djpk.kemenkeu.go.id dan merupakan akumulasi total anggaran dari alokasi dasar per desa, per kabupaten ditambah alokasi formula hingga dijumlahkan mencapai Rp730 juta.
    Untuk dan alokasi formula hingga jumlahnya berbeda-beda sesuai dengan jumlah penduduk dalam desa itu seperti untuk Kabupaten TTS alokasi dasar per desa rata-rata sama untuk semua desa di NTT yaitu Rp565.640.000 ditambah alokasi dasar per kabupatennya Rp150.460.240 sehingga menghasilkan Rp165.175.583 dengan total keseluruhan Rp730 juta.
    Kabupaten berikut adalah kabupaten Ende yang menduduki posisi kedua dengan jumlah alokasi dana desa Rp716.590.201 untuk 255 desa di kabupaten bekas tempat pembuangan Presiden RI Pertama Soekarno.
    Sementara kabupaten yang mendapatkan dana desa terendah yaitu Kabupaten Sumba Barat dengan pagu sebesar Rp07.452.114 berdasarkan jumlah penduduk yang tersebar di 63 desa dalam wilayah yang dikenal dengan pesonahenwan KUda (Sandlewood).(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com