• NTB Dapat Alokasi Penempatan Transmigran 100 KK

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan alokasi penempatan transmigran sebanyak 100 kepala keluarga dari Nusa Tenggara Barat ke beberapa provinsi pada 2016.
    “Tahun ini kami akan menempatkan transmigran sebanyak 100 kepala keluarga (KK) ke lima provinsi,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sudarman, di Mataram, Kamis.
    Ia mengatakan, alokasi penempatan transmigran dari NTB berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Nomor Kep 13/DPK2Trans/2016 tanggal 25 Januari tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Nomor KEP.137/DPKP2Trans/X/2015 tentang Penetapan Program Pembangunan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi tahun 2016
    Provinsi yang menjadi tujuan penempatan adalah Batu Ampar, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, sebanyak 15 KK, Simpang Tiga, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat 20 KK.
    Selain itu, Sandalan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo 10 KK,  Tokala Atas, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah 10 KK.
    Sudarman menambahkan, sebanyak 45 KK akan ditempatkan di Sulawesi Tenggara, tersebar di Tongauna, Kabupaten Kolaka Timur 10 KK, Parudongka, Kabupaten Konawe 15 KK, dan Puuhialu, Konawe Utara 20 KK.
    “Penempatan transmigran ke empat provinsi menggunakan pola transmigrasi pola lahan kering (PLK), sedangkan yang ke Kalimantan Barat  menggunakan pola transmigrasi pola lahan basah (TPLB),” ujar Sudarman.
    Untuk mencari para calon transmigran, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan 10 pemerintah kabupaten/kota di NTB, untuk membantu menyosialisasikan program penempatan 100 KK transmigran pada 2016.
    Disnakertrans kabupaten/kota juga diminta untuk menyeleksi secara ketat para calon transmigran, sebelum diserahkan ke Disnakertrans NTB untuk diberikan pembinaan dan pelatihan sebelum diberangkatkan ke daerah penempatan.
    “Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten yang menjadi daerah penempatan agar mereka juga betul-betul siap menerima kedatangan transmigran dari NTB,” ucap Sudarman.
    Program Transmigrasi adalah upaya  memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia.
    Tujuan penyelenggaraan program transmigrasi tersebut adalah meningkatkan dan mengatur perpindahan penduduk, mengembangkan daerah-daerah permukiman baru di daerah yang relatif jarang penduduknya.
    Selain itu, menyebarkan penduduk supaya merata dan seimbang di setiap wilayah, mendorong dan memperlancar proses pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan standar hidup para transmigran.(anjas)

     

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com