• Menko Polhukam Kunjungan Ke Fiji DAN PNG

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, pada Rabu,  memulai kunjungan kerja ke Fiji dan Papua Nugini yang merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mempererat hubungan RI dengan negara-negara di Pasifik Selatan.
    “Pemerintah Indonesia sekarang bertekad untuk aktif dalam menjalin hubungan dengan 16 negara di Kawasan Pasifik Selatan.  Sebenarnya tidak sedikit yang  telah kita lakukan untuk Pasifik Selatan, tetapi kurang terkoordinasi dengan baik,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu malam.
    Untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara tersebut Presiden Jokowi memberi arahan agar memberikan penjelasan kepada mereka tentang hal apa saja yang sudah dilakukan.
    Menurut dia, dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beberapa waktu lalu menyepakati bahwa peningkatan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik Selatan harus ditangani dengan serius.
    Khusus untuk Fiji, kata Luhut, pihaknya akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan bantuan pembangunan setelah pada bulan Februari lalu negara itu dilanda Topan Winston. Topan tersebut memporakporandakan negara itu dan menewaskan 29 penduduknya.

        “Kami akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai lima juta dolar Amerika dan satu kompi pasukan Zeni yang akan diberangkatkan pada awal bulan April nanti,” kata Menko Polhukam.
    Kunjungannya itu bisa saja membicarakan organisasi Melanesian Spearhead Group. “Indonesia memang merupakan anggota organisasi tersebut, tetapi kami menolak jika ada wacana untuk memerdekakan Papua,” katanya.
    Papua adalah bagian dari Indonesia dan tidak bisa ditawar lagi. “Perlu diingat kembali bahwa Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat), yang diselenggarakan pada tahun 1969, sudah memutuskan Papua adalah bagian dari Negara Republik Indonesia,” tegasnya.
    Artinya, kata dia,  PBB sudah memutuskan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, dan dunia internasional sudah mengakuinya.
    Untuk meningkakan hubungan dengan negara-negara Pasifik Selatan, Luhut mengatakan bahwa pemerintah akan lebih sering mengirimkan menteri atau utusannya berkunjung ke negara-negara di kawasan tersebut.
    “Kami sedang mempertimbangkan untuk menunjuk ‘envoy’ (duta) untuk wilayah ini. Jadi fokus kita tidak hanya ke negara-negara besar saja, Pemerintah pun akan memberikan perhatian yang serius terhadap negara-negara di kawasan ini karena letaknya yang strategis,” kata Luhut.
    Ia menambahkan bahwa sepulangnya ke tanah air dirinya akan mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan Menlu Retno akan hasil kunjungannya ke kawasan ini.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com