• Legislator Mataram Dukung Larangan Pelajar Bawa “Handphone”

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir mendukung instruksi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi yang melarang siswa membawa telepon genggam atau “handphone” ke sekolah.
    “‘Handphone’ (HP) bisa mengganggu proses belajar dan mengajar di sekolah, sementara niat siswa ke sekolah adalah fokus untuk belajar,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
    Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi adanya instruksi Gubernur NTB yang melarang siswa membawa HP ke sekolah untuk mencegah radikalisme serta kasus-kasus negatif lainnya.
    Sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, ia menyarankan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram untuk aktif melakukan razia HP kepada semua siswa secara berkala.
    “Jika ada pelajar yang ditemukan membawa HP, apalagi menyimpan hal-hal yang mengarah negatif, pihak sekolah harus menarik HP tersebut dan memanggil orang tua siswa agar orang tua juga ikut berperan untuk melarang anaknya membawa HP ke sekolah,” katanya.
    Menjawab tanggapan Kepala Dikpora Kota Mataram H Sudenom yang sebelumnya menyebutkan pihaknya masih memberikan toleransi terhadap siswa dengan alasan kebutuhan mencari bahan pelajaran, politisi Partai Golkar ini tetap menilai hal itu salah.
    “Intinya membaha HP ke sekolah salah, dan kalau siswa membutuhkan akses internet untuk mencari bahan pelajaran, sekolah sudah menyiapkan tempatnya,” katanya.
    Pasalnya, kata dia, sekolah-sekolah di Kota Mataram sudah dilengkapi dengan jaringan internet, di samping sekolah telah menyiapkan perpustakaan, sekolah juga menyediakan peralatan komputer beserta jaringannya yang dapat dimanfaatkan siswa mencari bahan pelajaran yang dibutuhkan.
    Sementara bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas itu, teknisnya sekolah harus segera menyiapkan fasilitas tersebut agar siswa tidak ada alasan lagi membawa HP ke sekolah.
    “Dengan demikian,  tidak ada alasan lagi untuk membenarkan siswa membawa HP ke sekolah, kalau di rumah silakan,” katanya lagi.
    Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H Sudenom sebelumnya mengatakan, kebijakan memberikan toleransi siswa membawa HP ke sekolah diberlakukan seiring kebutuhan karena HP juga memiliki manfaat positif bagi siswa.
    “Bahkan saat saya mendapatkan sosialisasi tentang BOS dari kementerian, tidak ada larangan, justu sebaliknya siswa dianjurkan menggunakan HP dan manfaatkan untuk kepentingan positif,” katanya.
    Dia menilai, dengan menggunakan HP, pelajar bisa mencari berbagai bahan pelajaran yang dibutuhkan. Apalagi Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi, masalah HP tidak bisa diabaikan sebab bisa membantu siswa belajar.
    Akan tetapi, katanya, pihak sekolah harus meningkatkan pengawasannya terhadap isi dan aplikasi di HP pelajar.
    “Peran dari wali kelas sangat penting untuk melakukan pemeriksaan HP siswa secara berkala dengan sistem razia,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com