• Kualitas Udara Dipantau Real Time

    0
    Kualitas Udara Dipantau Real Time

    Kualitas Udara Dipantau Real Time

    JAKARTA, jurnalsumatra.com – Sejumlah daerah menerima bantuan alat pemantau kualitas udara, AQMS (Air Quality Monitoring System) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). AQMS akan membantu memantau kualitas udara secara real time dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Daerah yang menerima alat ini di antaranya, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Palembang, dan Palangkaraya yang diserahkan kemarin malam di Jakarta di sela rapat kerja teknis membahas pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan yang digelar Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

    Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki mengaku senang menjadi salah satu daerah penerima AQMS. Ia mengatakan, alat ini akan sangat membantu pemerintah dan masyarakat mengetahui apakah kualitas udara dalam tingkat berbahaya atau tidak.

    “Nanti di display ditampilkan indeks standar pencemaran udara. Jika tinggi, maka kadar polutan di udara juga sudah tinggi,” katanya.

    Polutan yang tinggi jelas berhubungan dengan kesehatan. Nah, dengan AQMS menjadi ruang informasi boleh tidaknya masyarakat melakukan aktivitas di luar ruang seperti olahraga. “Bayangkan jika ada orang ingin olahraga tapi dia tidak mengetahui kondisi kualitas udara, padahal orang ini menderita asma, tentu akan sangat berbahaya,” ujar dia.

    Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan Lukitariati menambahkan, dalam kasus asap yang kerap melanda Provinsi Sumatera Selatan, alat ini menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, Dalam skala berbahaya, pemerintah bisa melakukan upaya antisipasi untuk menjaga agar tidak timbul dampak yang lebih fatal.

    “Kalau kondisi udara sudah parah seperti kejadian bencana asap tahun kemarin kita putuskan meliburkan sekolah atau menyiapkan tempat-tempat pengungsian bagi korban asap,” terangnya.

    Sementara itu, untuk lokasi penempatan alat pendeteksi kualitas udara ini akan dipasang di Simpang Lima, persis di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel.

    Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono menjelaskan kondisi sungai-sungai di Indonesa saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dari 610 titik pemantauan yang tersebar di 34 provinsi, indeks kualitas air di Indonesia relatif tidak berubah dari 2011 hingga 2015 berkisar antara 51,82-54,18.

    Angka tersebut berarti kualitas air sungai mengkhawatirkan. Indeks tutupan lahan mengalami penurunan dari tahun 2011 sampai 2015, dari 60,53 menjadi 58,55. “Penurunan ini diakibatkan pembukaan lahan dan kebakaran hutan di beberapa provinsi,” katanya.

    Ia menegaskan, kekuatan lingkungan adalah jejaring yang kuat, oleh sebab itu jaringan pemda, jaringan dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas-komunitas masyarakat dipertemukan di Rakernis untuk membuat gerakan bersama memperbaiki lingkungan. “Dengan sinergi antar seluruh stakeholder ini mempercepat program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan agar dampaknya dapat cepat dirasakan masyarakat luas,” katanya.(relis humas pemprov sumsel)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com