• Kronologi Penangkapan Bupati Ogan Ilir Oleh BNN

    0
    Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi saat digirng ke BNN Sumsel

    Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi saat digirng ke BNN Sumsel

    Palembang, jurnalsumatra.com – Bupati Ogan Ilir telah lama diamati oleh BNN Terkait Seringnya Mengunakan Narkoba Jenis Sabu-Sabu, sehingga dijadikan target dalam rangka pemberantasan Narkoba wilayah hokum Sumsel.

    13 Maret 2016 sekira pukul 18.15 malam di Palembang, Sumsel penangkapan terhadap Ahmad Wazir Nofriadi Bupati Kabupaten Ogan Ilir oleh Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP) terkait seringnya pengunaan narkoba jenis sabu-sabu.

    Kronologis kejadian :

    Tim BNNP dan BNN Provinsi Sumsel dipimpin AKBP Minal Alharki (Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel) dan AKBP Wanto (BNN Pusat) menggrebek rumah pribadi Ahmad Wazir Nofriadi (Bupati Kab. OI) di Jl. Musyawarah Rt 26/5, Kel. Karang Jaya, Kec. Gandus, Kota Palembang, yang disaksikan langsung oleh Sugeng Haryono (Ketua RT 26).

    Pada awalnya Tim BNN tidak dapat masuk, karena pagar terkunci, selanjutnya dilakukan negosiasi dengan pihak pengamanan dari Sat Pol PP bersama dua pengacara Ahmad Wazir Nofriadi, Febuarrahman SH dan Gabby Gumayra SH hingga pukul 21.30 WIB, karena tidak ada hasil negosiasi akhirnya tim mendobrak pintu pagar. Saat tim akan masuk Mawardi Yahya (Mantan Bupati OI/Orang Tua Ahmad Wazir Nofriadi) sempat menghalangi, namun akhirnya pasrah, setelah masuk kediaman beberapa orang yang ada di dalam rumah mencoba untuk melarikan diri, hingga petugas melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk menyerahkan diri, sehingga akhirnya semuanya menyerahkan diri.

    Selanjutnya petugas melakukan pengledahan kediaman Ahmad Wazir Nofriadi. Saat penangkapan didalam kediaman tersebut terdapat 10 orang antara lain Ahmad Wazir Nofriadi, Mawardi Yahya (Mantan Bupati Kab. OI/orang tua Ahmad Wazir Nofriadi), Ilyas Panji Alam (Wakil Bupati Kab. OI), Aprizal Hasyim (Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja/ Disnaker Kab. OI), dan beberapa lainnya.

    Pukul 22.50 WIB, tiga unit minibus tiba dikediaman Ahmad Wazir Nofriadi langsung membawa 10 orang antara lain : Ahmad Wazir Nofriadi (Bupati Kab. OI), Ilyas Panji Alam (Wakil Bupati Kab. OI), Aprizal Hasyim (Kepala Disnaker Kab. OI), Murdani (Kurir Narkoba), Ican (Pengedar Narkoba), Anggota Sat Pol PP dan Tim Sukses Ahmad Wazir Nofriadi menuju ke Kantor BNNP Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan dan di tes urine.

    Pukul 23.15 WIB, tiba di Kantor BNNP Sumsel, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan tes urine. Pukul 00.54 WIB, selesai pemeriksaan Ilyas Panji Alam (Wakib Bupati Kab. OI) meninggalkan Kantor BNNP Sumsel, dalam keterangannya keberadaan di kekediaman Ahmad Wazir Nofriadi (Bupati Kab. OI) dalam rangka kunjungan sehingga tidak mengetahui terkait seringnnya pengunaan narkoba oleh Ahmad Wazir Nofriadi, sementara hasil pemeriksaan diserahkan ke petugas BNN.

    Sementara Ahmad Wazir Nofriadi (Bupati Kab. OI), Aprizal Hasyim (Kepala Disnaker Kab. OI), Murdani (Kurir Narkoba), Ican (Pengedar Narkoba), Anggota Sat Pol PP dan Tim Sukses Ahmad Wazir Nofriadi, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan tes urine.

    AKBP Minal Alharki (Kabib Pemberantasan BNNP Sumsel) mengatakan, Ahmad Wazir Nofriadi selama ini sering mengunakan narkoba jenis sabu-sabu dan juga merupakan pengembangan dari penangkapan Murdani (kurir narkoba/orang kepercayaan/tetangga kediamannya). Murdani ambil barang dari Ican yang biasanya setelah dapat sabu-sabu tersebut ditaruhkan di sebuah tempat di rumah Ahmad Wazir Nofriadi, selanjutnya baru Ahmad Wazir Nofriadi mengambilnya untuk digunakannya. Ahmad Wazir Nofriadi telah menjadi target oprasi selama tiga bulan oleh TIM BNN.

    Berharap setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine di Kantor BNNP Sumsel dapat terus dilakukan penyelidikan untuk menentukan statusnya dan dapat mengembangkan ke pihak-pihak lainnya yang terlibat. Tegas Minal Alharki. (eka/relis)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com