• Kriteria SNMPTN Bukan Dari Raport

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Proses penilaian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) rupanya tidak murni hanya rapor. Panitia seleksi juga akan menilai prestasi non akademik, rekam jejak sekolah seperti akreditasi, alumni yang diterima PTN serta catatan hitam sekolah. Bahkan, tahun ini sangat banyak ditemui sekolah yang tidak bisa mengakses PDSS sebagai syarat untuk mendaftar lewat jalur undangan ini.

    Sebelumnya para siswa akselerasi tidak dapat mendaftar karena secara sistem tertolak melalui perankingan yang seharusnya 6 semester. Ditambah sekolah yang diblack list karena tidak menjaga integritas kejujuran saat UN. “Anak yang berulah di perguruan tinggi juga akan dicatat asal sekolah, bisa mengurangi grade sekolah bersangkutan,” terang Penanggung Jawab SNMPTN Unsri, Prof Dr Zainudin Nawawi PhD.

    Untuk proses penilaian sendiri, Wakil Rektor 1 Unsri ini menambahkan dilakukan berdasarkan passing grade sesuai dengan jurusan dipilih. Meskipun pendaftar merupakan siswa terbaik di sekolah, belum tentu bisa diterima melalui jalur SNMPTN. “Nilai rapor bukan penentu, misalnya peserta memilih Pendidikan Dokter, panitia seleksi akan memprioritaskan nilai untuk mata pelajaran Biologi. Jika tidak sesuai passing grade, tidak akan diterima lewat jalur undangan. Karena itulah kami sarankan memilih berdasarkan peminatan,” jelasnya.

    Diketahui, jumlah pendaftar SNMPTN untuk di dua PTN di Sumsel yakni Unsri dan UIN RF Palembang tahun ini menurun drastis. Jika tahun sebelumnya Unsri menerima 42.432 orang, maka tahun ini menurun hampir 50 persen yakni 28.275 orang dari 33 provinsi. Sama halnya dengan UIN Raden Fatah Palembang juga menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan ini.

    Sementara Kepala Bagian Akademik Administrasi Kemahasiswaan (BAAK) UIN Raden Fatah Palembang Mirwan Pasta menjelaskan, pendaftar SNMPTN yang memilih UIN Raden Fatah Palembang tahun kemarin tercatat ada 4.977 orang. Untuk tahun ini menurun sebanyak 50% yakni 2.602 orang.

    Dari sembilan program studi yang tersedia, Prodi Ilmu Komunikasi paling banyak diminati mencapai 861 orang, Ilmu Perpustalkaan 380 orang, Pendidikan Biologi 336 orang. “Tahun ini ada 4 Prodi yang ditambahkan dalam jalur SNMPTN ini. Keempatnya ialah Biologi Saint, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Politik dan Kimia Sains,” ujarnya.

    Sedangkan ada empat prodi juga yang tidak dimasukkan, sedangkan tahun kemarin dimasukkan. Keempatnya yakni prodi Sistem Informasi, Jurnalistik, Ekonomi Islam, dan Psikologi. “Keempat ini belum terdaftar di Kemenristek Dikti. Maka itu diikutkan pada jalur lain, yakni SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional-red) yang disenggarakan Kementrian Agama,” jelasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com