• KRI Tawau Sewa Pengacara Malaysia Bela WNI

    0

    Tawau, jurnalsumatra.com- Konsulat RI Tawau Negeri Sabah, Malaysia menyewa pengacara Malaysia untuk memberikan pembelaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menghadapi proses hukum di negara itu.
    Konsul RI Tawau, Abdul Fatah Zainal di Tawau, Jumat menjelaskan, pihaknya menyewa pengaca dalam rangka memberikan perlindungan kepada WNI yang menghadapi proses hukum khususnya kasus pembunuhan dan narkoba.
    “Pembelaan yang kita berikan kepada WNI dengan menggunakan jasa pengacara Malaysia ini khusus untuk kasus pembunuhan dan narkoba yang dijerat hukuman mati,” ujar dia usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Kantor Konsulat RI Tawau.
    MoU yang dilakukannya ini, berlaku untuk satu tahun dimana telah menjadi program Konsulat RI Tawau sebagai bentuk perlindungan kepada WNI yang tersangkut kasus hukum di Malaysia wilayah Tawau, Kunak, Semporna dan Lahad Datu.
    Sebenarnya, kata Abdul Fatah Zainal, pengacara ini juga bersedia memberikan pembelaan hukum kepada WNI yang tersangkut kasus ringan sepanjang melaporkan kepadanya.
    “Sebenarnya pembelaan hukum diberikan kepada seluruh WNI yang tersangkut kasus hukum baik hukuman berat maupun ringan asalkan kita laporkan kepada pengacara yang disewa itu,” ujar Konsul RI Tawau tersebut.
    Pada tempat yang sama, Hj Rozainah Binti H Mohd Said, pengacara Malaysia yang disewa Konsulat RI Tawau membenarkan telah menandatangani kesepakatan bersama untuk jangka waktu satu tahun untuk memberikan pembelaan kepada WNI yang menjalani persidangan di Mahkamah Malaysia.
    Kesepakatan itu terdiri beberapa poin yang harus dijalankan diantaranya bagi WNI yang terancam hukuman gantung sampai mati pada kasus pembunuhan dan dadah (narkoba).
    Perjanjian ini, kata perempuan bertongkat ini merupakan tahun kelima dengan sejumlah persyaratan yang disepakati bersama antara asosiasi pengacara miliknya dengan pihak Konsulat RI di Tawau.
    “Penandatanganan MoU ini merupakan yang kelima kalinya dimana dalam poin-poin perjanjian itu dikhususkan kepada WNI yang terancam hukuman gantung sampai mati,” sebut Rozainah Binti Mohd Said.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com