• KPA Proyek PU Provinsi Dibidik Pidsus Lahat

    0
    KPA PROYEK PU PROVINSI DIPERIKSA

    KPA Proyek PU Provinsi Dibidik Pidsus Lahat

    Lahat, jurnalsumatra.com – Setelah sebelumnya melakukan pemeriksaaan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Selatan, Ir Rusdi beberapa waktu lalu, kini giliran mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek peningkatan saluran irigasi tahun 2013 di Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai, Novan Daya diperiksa oleh petugas Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lahat. Semuanya masih berkaitan dengan dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp.800 juta rupiah. Di agenda pemeriksaan kemarin (2/3), Novan sendiri langsung diperiksa dan dimintai keterangan oleh Kasi Pidsus, Rifqi Arialpha SH MH.

    Dilapangan terlihat, Novan datang memenuhi panggilan tim penyidik sekira jam 08.30 wib, menggunakan kemeja warna putih, didampingi 3 orang Penasehat Hukum (PH)nya, dan langsung menuju keruang pemeriksaan pidsus.

    “Benar hari ini kita lakukan pemeriksaan terhadap Novan Daya, selaku mantan KPA atas proyek peningkatan saluran irigasi Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai tahun anggaran 2013 lalu,” ungkap Kajari Lahat, Helmi SH MH, didampingi Kasi Pidsus, Rifqi Arialpha SH MH, saat ditanya disela-sela pemeriksaan,(rabu/2/2016).

    Helmi menyebutkan, pemeriksaan mantan KPA ini merupakan pengembangan hasil penyelidikan yang dilakukan terhadap saksi, Rusdi sebelumnya. Hanya saja bedanya, pihaknya masih harus melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap Novan sebagai saksi ahli.

    “Namun yang jelas dari hasil penyidikan, Novan sudah bisa kita tetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

    Disinggung tentang langkah selanjutnya, Rifqi mengatakan akan melakukan pemberkasan terhadap semua hasil penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilakukan sejak kasus tersebut ditangani oleh pihaknya.

    “Terlebih dulu kita lakukan pemberkasan, baru nanti kita tunggu hasil selanjutnya. Kita juga tidak main main lagi dalan menangani kasus ini. Jika memang sudah memungkinkan, nanti kita akan lakukan tahap kedua, atau penyerahan berkas dan tersangka dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut umumnya,” janji Rifqi.

    Sebelumnya, pihak Pidsus Kejari Lahat telah menahan pejabat pembuat teknik kegiatan (PPTK) yang menangani proyek yang menelan anggaran APBD provinsi 1 miliar lebih tersebut. Kemudian telah menetapkan 2 orang tersangka lainnya. Yakni, Syafrudin Fanani sebagai kontraktor, dan juga Novan Daya sebagai KPA-nya.

    “Sayangnya, hingga saat ini Fanani kabur, dan tetap terus kita buru. Sedangkan untuk Novan Daya, itu masih dalam pemberkasan, dan pemeriksaan sebagai saksi ahli, alias tersangka,” ujarnya. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com